cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Medan(MedanPunya) "Jangan kalian ragukan tentang tanggungjawab dalam masa kepemimpinan saya," Sebut Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat menanggapi pertanyaan awak media dalam menentukan jabatan pejabat eselon dua atau Kepala Dinas/Badan, Kamis (23/5).

Orang nomor satu di Pemprov Sumut ini tidak mau ada yang meragukannya dalam menentukan seseorang untuk mengemban jabatan tersebut.

Selama ini, beredar isu-isu miring bahwa Edy Rahmayadi salah mengangkat beberapa pejabat eselon dua di masa kepemimpinannya.

Seperti jabatan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dahler Lubis, lalu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan Azhar Harahap, selanjutnya Kepala Dinas Perhubungan Haris Lubis.

Isu-isu miring bermunculan di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang menyatakan bahwa kepala dinas itu tidak layak dalam menjalankan tugas, apalagi mendukung program pemerintah menjadikan Sumut Bermartabat.

Namun, Edy Rahmayadi sudah memantapkan dirinya untuk mengangkat seseorang mengemban jabatan-jabatan strategis itu.

Akan tetapi, ia juga meminta bantuan kepada awak media, apabila kepala dinas coba-coba bermain dibelakang dan sampai melakukan korupsi, akan langsung ditindak tegas.

"Itu tak usah kalian ragukan lagi. Yakinkan, bahwa saya akan lakukan yang terbaik untuk Sumut. Saya tidak mau main-main lagi," ucapnya.

Lalu, ia juga meminta kepada awak media untuk selalu mengawasi kinerja yang telah dilakukan oleh kepada dinas untuk membangun Sumut Bermartabat.

"Perlu diawasi, tidak boleh ada yang bermain sedikitpun," jelasnya.

Gubernur Edy menegaskan bahwa pelantikan maupun rotasi pejabat, bukan karena faktor agama, titipan atau karena faktor like or dislike (suka atau tidak suka).

Tetapi penempatan pejabat itu lebih karena hasil assesment (penilaian).

Mantan Pangkostrad ini juga ingin mencari 16 orang pejabat eselon II yang saat ini sedang dalam proses lelang jabatan atau seleksi terbuka jabatan tinggi pratama.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 35 kali