cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Medan(MedanPunya) Mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Azhar Harahap mengaku tidak tahu keberadaan empat unit mobil bermerek Jeep.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Sumut tahun 2017 menyebut, terdapat 20 peralatan dan mesin yang tidak ketahui keberadaannya pada Dinas Pertanian Sumut, antara lain empat unit mobil Jeep, Dua unit minibus dan 15 sepeda motor, Rabu (10/9).

Azhar mengatakan tidak ada pengadaan modul dinas dan mesin sampai dengan saat ini yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Bahkan dirinya mengaku bahwa pengadaan diadakan dengan anggaran dari pusat.

"Gak ada pengadaan mobil di situ, itu semua dari pusat itu," kata Azhar Harahap saat ditemui di ruang rapat Paripurna, di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan.

Bahkan, Azhar sempat meminta kepada wartawan untuk menyerahkan LHP BPK RI tersebut kepadanya. Lantaran, dirinya tidak percaya bahwa BPK telah menemukan dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh Azhar Harahap pada dinas tersebut.

"Mana laporanya, saya tidak terima laporan itu kok," jelasnya.

Setelah wartawan menjelaskan, dan membuka salinan dari LHP BPK 2017 itu, dirinya baru menjawab, bahwa benar ada pengadaan mobil bermerek Jeep.

"Ada pengadaannya itu," ucapnya.

Pria dengan kacamata ini mengatakan, kalau pun ada temuan dari BPK mengenai pengadaan mobil yang tidak jelas statusnya, pasti itu hanya selisih pada draf penyimpanan.

"Kalau pun ada itu disitu belum draf akhir sudah dijelaskan, itu gak ada LHP aku terima," katanya.

Kemudian, Azhar mengatakan sudah menjelaskan kepada BPK RI mengenai temuan aset daerah yang menjadi masalah pada dinas tersebut.

"Sudah jelaskan jelaskan BPK, tidak adalagi itu yang bermasalah," ungkapnya.

Saat ditanya menenai keberadaan mobil tersebut, ia mengaku masih ada dan dipakai oleh Kepala UPT. Namun, dirinya tidak menjelaskan secara detail kepala UPT mana yang mengendarai mobil mewah tersebut.

"Mobil ada kok, dipakai oleh kepala UPT," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah memberikan waktu sampai dengan akhir Oktober kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyelesaikan masalah aset daerah ini.

Musa Rajekshah sebelumnya juga melakukan sidak ke gudang aset, dan menemukan puluhan mobil dinas tidak terawat dengan baik. Bahkan parahnya, ada mobil tanpa mesin di dalamnya. Lantas dirinya mempertanyakan kemana mesin pada mobil yang sudah lama dibiarkan menjadi bangkai pada gudang itu.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 21 kali