cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Medan(MedanPunya) Jelang Natal dan Tahun Baru 2019 Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi, melakukan pantauan ke Pusat Pasar dan sejumlah lokasi lain di, Medan. Dalam kesempatan itu, Gubsu menegur pedagang yang jual beras bau apek.

Pemantauan ke pasar itu diikuti langsung oleh Edy Rahmayadi dan Direktur Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag RI, Veri Anggriono, Rabu (4/12).

"Bau ini. Tarik saja yang berbau," kata Edy setelah mencium beras yang diambilnya di salah satu kios penjual beras.

Pemilik kios bernama Acun menanggapi hal itu. Ia mengatakan, beras tersebut dibelinya sepekan lalu. Ia juga mengatakan, hanya beras dalam karung besar saja yang berbau.

Beras itu, kata Acun berasal dari India. Karena beras tersebut bau dia berniat akan menukarnya.

"Belinya dua goni besar dan sepuluh goni ukuran 5 kg dan 10 kg. Berasnya kita jual Rp 95.00/kg," kata Acun.

Mengenai beras yang berbau, Edy menduga karena beras itu diletakkan tidak pada tempatnya. Hanya beberapa goni saja, kata dia. "Beras kita tidak defisit, aman kita," tegas Edy.

Setelah dari Pusat Pasar, rombongan menuju Gudang Bulog di Jalan Mustafa, di Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur. Di gudang tersebut, Edy juga menemukan beras yang berbau, yakni beras dari Thailand dan India.


Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut Arwakhudin Widiarso mengatakan, soal temuan beras berbau pihaknya akan melakukan evaluasi. Menurutnya ada persoalan umur simpan.

"Tapi yang jelas beras yang ada tadi secara visual masih cukup bagus karena saat dibeli dalam kondisi bagus. cuma di persoalan umur simpan," katanya.

Beras tersebut disimpan sejak akhir 2018. Sementara beras premium yang tidak berbau, baru berumur 2 - 3 bulan.

"Yang mulai bau, itu sebagian ya, itu akhir 2018. Biasanya akan dilakukan uji laboratorium. Yang akhir 2018 itu sekitar 20 ribu ton," jelas Arwakhudin.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 63 kali