cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...
cache/resized/03ae02c03a497507a5cc772e7d2ad074.jpg
Jakarta(MedanPunya) Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Ia ...

Jakarta(MedanPunya) Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Afif Nasution, mendaftar menjadi bakal calon wali kota Medan lewat PDIP. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanggapi hal tersebut dengan sindiran soal nepotisme.

"Tapi kita reformasi itu memerangi nepotisme. Saya sedih kalau tren nepotisme muncul lagi. Lebih baik kita coba belajar dari sejarah, cari yang merit sistem, dan itu sangat baik," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12).

Namun demikian, Mardani tak ingin menuduh Jokowi melakukan nepotisme. Menurut Mardani, semua orang berhak maju mencalonkan diri.

"Saya tidak ingin judgement. Semua orang berhak. Kalau sikap saya nepotisme itu adalah kemunduran bagi demokrasi Indonesia. Tapi setiap orang punya hak untuk maju," ujar Mardani.

Seperti diketahui, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Afif Nasution, mendaftar menjadi bakal calon Wali Kota Medan 2020-2025. Ia mendaftar dan mengembalikan formulir ke Kantor DPD PDIP Sumatera Utara.

"PDIP ini menjadi partai pertama yang saya daftar," kata Bobby, Selasa (3/12).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 41 kali