cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Medan(MedanPunya) Jalanan di sekitar Pasar (Pajak) Sukaramai Medan semrawut. Salah satu penyebabnya adalah PKL yang 'menjajah' badan jalan.

Pantauan Jumat (20/12), tampak para PKL menjajakan dagangannya di pinggir jalan depan gedung Pasar Sukaramai.

Lapak-lapak mereka yang terbuat dari payung serta terpal yang digelar di jalan terlihat memenuhi hampir setengah badan jalan. Para pedagang itu tampak menjual sayuran dan bahan makanan lainnya. Sampah juga berserakan hingga ke tengah jalan.

Aroma tidak sedap juga terasa di sekitar tempat PKL itu berjualan. Kendaraan juga harus memperlambat laju kendaraan karena banyak pedagang dan pembeli di jalanan.

"Nampak semrawut. Tidak indah jika dipandang. Kan, jualannya di pinggir jalan. Apalagi jalanannya lumayan banyak debu," kata salah seorang warga, Aini.

Aini mengatakan para pedagang tersebut sudah lama berjualan di pinggir jalan. Menurutnya, Satpol PP sempat beberapa kali menertibkan para PKL, namun para PKL itu kembali lagi.

"Sudah lama saya lihat. Mungkin, kurang pas kalau jualan di dalam. Namun, saya tidak tahu alasannya apa," sebut Aini.

Salah seorang pedagang, Rosmi, mengatakan pihaknya nekat berjualan di pinggir jalan karena berbagai hal. Menurutnya, jualan di dalam gedung pasar yang sudah ada membuat barang dagangan mereka kurang laku.

"Kalau berjualan di dalam pasar. Kurang laku, tidak ada yang beli. Apalagi semuanya sudah jualan di luar. Kemudian, tempatnya agak sempit juga," sebut Rosmi.

Rosmi mengaku sudah beberapa kali ditertibkan oleh Satpol PP. Namun, dirinya tetap nekat berjualan di pinggir jalan karena harus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ada ditertibkan, tapi kebanyakan masih berada di luar," tutur Rosmi.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 56 kali