cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Medan(MedanPunya) Oknum polisi yang merekam polwan saat mandi terancam mendapat sanksi lanjutan berupa penurunan pangkat. Oknum polisi tersebut juga telah menjalani hukuman berlari keliling Mapolda Sumut.

"Sanksi disiplin saja. Bisa turun pangkat, bisa dihukum, bisa tidak naik gaji, bisa demosi," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, MP Nainggolan, kepada wartawan, Rabu (8/1).

Dia menjelaskan sanksi lanjutan itu diberikan oleh atasan polisi yang diduga melakukan perekaman tersebut. Saat ini, oknum polisi tersebut juga sedang diperiksa Propam.

"Yang memutuskan nanti ankum (atasan) polisi yang bersangkutan. Ini kan Propam, jadi bidang Propam nanti yang memutuskan," jelasnya.

Perekam video adalah oknum polisi dari Bidang Propam Polda Sumut. Sedangkan korban adalah polwan yang tinggal di asrama Sabhara Mapolda Sumut.

"Polwan sedang mandi ramai-ramai. Pelaku itu lewat, mendengar suara air dan dia mengintip," ucap MP Nainggolan.

Sanksi disiplin itu, kata Nainggolan, diberikan karena pelaku merupakan oknum polisi. Nainggolan menyebutkan tidak ada hukuman pidana yang diberikan untuk kasus itu.

"Karena dia polisi, makanya diberikan sanksi itu. Kalau orang biasa, tidak ada pidananya," paparnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 46 kali