cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Medan(MedanPunya) Polisi menetapkan istri hakim Pengadilan Negeri (PN Medan) Jamaluddin, Zuraida Hanum dan 2 eksekutor pembunuh bayarannya JP dan R sebagai tersangka pembunuhan berencana. Ketiganya kini terancam hukuman mati.

"Ditetapkan pasal 340 subsider pasal 338 jo pasal 55 ayat ke (1), 1e, 2e, KUHPidana, Pasal 340 dengan ancaman pidana hukuman mati atau penjara seumur hidup. Pasal 338 ancaman hukuman 15 tahun penjara," kata Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin dalam jumpa pers di Polda Sumut, di Jl Sisingamangaraja, Medan, Rabu (8/1).

Martuani menjelaskan, pihaknya menetapkan pasal pembunuhan berencana karena para pelaku memiliki alat bukti. Dia menjelaskan, hasil dari labfor dan cyber crime, menguatkan bahwa pembunuhan ini berencana.

"Persoalan yang dihadapi penyidik adalah alat bukti. Para pelaku menggunakan alat komunikasi yang bukan biasa sehingga penyidik kesulitan mendudukkan kasus ini. Berkat bantuan labfor dan dit saber crime mabes polri yang bisa menguatkan sehingga bisa disebut pembunuhan berencana," tuturnya.

Dia menjelaskan, eksekutor JP kerap berkomunikasi dengan Zuraida Hanum. Hal itulah yang mendasari penyidik bahwa kasus ini pembunuhan berencanya.

"Korban tidak mengenal pelaku. Bukti kuatnya adalah hasil labfor yang mengatakan bahwa pelaku ada komunikasi dengan istri korban," ungkapnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 57 kali