cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...
cache/resized/03ae02c03a497507a5cc772e7d2ad074.jpg
Jakarta(MedanPunya) Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Ia ...
cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...

Medan(MedanPunya) Polisi bakal menggelar rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan hakim PN Medan, Jamaluddin, hari ini. Rekonstruksi digelar terkait proses perencanaan para tersangka untuk membunuh hakim Jamaluddin.

"Iya, hari ini kita akan gelar rekonstruksi. Kemungkinan Pak Kapolda ikut langsung ke lokasi," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Senin (13/1).

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan rekonstruksi akan dilakukan di 4-6 titik. Maringan mengatakan rekonstruksi yang digelar hari ini hanya terkait perencanaan pembunuhan yang dilakukan para tersangka.

"Ini masih tahap perencanaannya saja. Belum tahap ke rumahnya. Ada 4 sampai 6 titik yang akan direkonstruksi hari ini," kata Maringan ketika dimintai konfirmasi terpisah.

Salah satu lokasi rekonstruksi pembunuhan hakim Jamaluddin rencananya digelar di sebuah kafe di kawasan Jalan Ngumban Surbakti, Medan.

Sebelumnya, Jamaluddin ditemukan tewas di mobil miliknya di area kebun sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat (29/11/2019). Terbaru, polisi telah menangkap dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka pembunuhan hakim Jamaluddin.

Tersangka pertama ialah Zuraida Hanum, yang merupakan istri hakim Jamaluddin. Dia diduga menyewa dua orang berinisial JP dan R untuk membunuh sang hakim. JP dan R juga sudah menjadi tersangka. Ketiganya kini ditahan polisi.

"Ditetapkan Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55 ayat ke (1), 1e, 2e KUHPidana, Pasal 340 dengan ancaman pidana hukuman mati atau penjara seumur hidup. Pasal 338 ancaman hukuman 15 tahun penjara," kata Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin dalam jumpa pers di Polda Sumut, di Jl Sisingamangaraja, Medan, Rabu (8/1).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 17 kali