cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Medan(MedanPunya) DPRD Kota Medan mengkritik Pemko Medan gara-gara trotoar di Jalan Setia Budi yang baru diperbaiki malah semrawut. Pemko Medan mengklaim perbaikan trotoar itu bukan proyek mereka.

"Itu bukan proyek Pemko," kata Plt Kadis PU Medan Zulfansyah, Rabu (12/2).

Dia mengatakan Jalan Setia Budi yang sedang terdapat proyek perbaikan trotoar itu adalah jalan di bawah kewenangan provinsi. Sementara, Jalan Setia Budi di sisi lainnya yang tidak terdapat proyek trotoar merupakan jalan di bawah Pemko Medan.

"Kalau Setia Budi, dari Dr Mansyur ke kiri itu jalan Pemprov, kalau ke kanan baru Pemko," tuturnya.

Sebelumnya, trotoar di Jalan Setia Budi, Medan, terlihat baru saja dipercantik di beberapa titik. Namun, trotoar ini malah jadi tempat parkir mobil hingga tempat meletakkan barang dagangan.

Pantauan di kawasan sekitar persimpangan Jalan Dr Mansyur dan Jalan Setia Budi, Medan, yang ke arah kiri, Selasa (11/2), terlihat trotoar berwarna hijau yang baru selesai dikerjakan.

Terlihat juga guiding block yang berfungsi membantu penyandang disabilitas berjalan di atas trotoar berwarna hijau ini, namun malah tertutup berbagai barang mulai dari perabotan rumah tangga hingga sepeda motor.

Tampak juga ada bagian trotoar yang menjadi tempat parkir mobil. Sejumlah pedagang di sekitar lokasi trotoar juga meletakkan barang dagangannya di atas trotoar.

DPRD Kota Medan pun menganggap Pemko Medan lepas tangan sehingga trotoar yang baru diperbaiki itu semrawut. Dia juga menilai pengerjaan perbaikan trotoar di Jalan Setia Budi tersebut terkesan asal ada dan meminta Pemko Medan mengambil langkah tegas untuk mencegah trotoar menjadi tempat parkir dan jualan.

"Lemahnya pengawasan dan perhatian dari Pemko sehingga terkesan setelah dibuat lepas tanggung jawab," kata Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Rajuddin Sagala, Rabu (12/2).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 28 kali