cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Medan(MedanPunya) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menjabarkan isu pemusnahan babi yang menimbulkan polemik masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Edy menegaskan tidak berencana memusnahkan babi meski wabah African Swine Fever (ASF) terjadi di Sumut.

Hal ini disampaikan Edy saat bertemu dengan pimpinan DPRD Sumut, Kamis (13/2). Ia menceritakan bahwa persoalan ini bermula dari adanya babi mati yang dibuang di sungai dan jalan.

"Mulai tanggal 25 September 2019, babi itu terbuang di sungai, di jalan. Di situlah pertama sekali saya kumpulkan semua OPD. Rapatlah kami. Mencari kenapa babi mendadak begitu mati," ujar Edy.

Setelah itu, kata Edy, pihaknya menyampaikan persoalan babi mati ini ke Menteri Kesehatan dan Menteri Pertanian.

"Ditindaklanjuti pada bulan November tanggal 4, datanglah komisi 4 ke Sumut ini. Membicarakan persoalan ini," kata Edy.

Edy mengaku pada saat itu dia belum mengetahui bahwa itu terjadi karena ASF. Tapi ia sudah meminta agar babi yang mati dikubur, bukan dibuang sembarangan.

"Kemudian dibentuklah tim ahli untuk mengecek, ternyata bukan Hog Cholera, tetapi ASF. Pernah terjadi di Taiwan dan belum ada obatnya," katanya.

Edy mengaku ada yang menawarkan kepadanya untuk dilakukan pemusnahan babi. Tapi ia menolak.

Menurutnya virus ASF ini hanya menjangkit babi, tidak kepada manusia. Sehingga tidak perlu dilakukan pemusnahan.

"Pada saat ada flu burung, kenapa seluruh ayam dan burung dimusnahkan. Di situ dijawab ahli, flu burung menjangkit manusia. Virus babi ini tidak menjangkit ke yang lain. Sehingga babi dilarang untuk dimusnahkan," paparnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 44 kali