cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya) Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut), Musa Rajekshah (Ijeck), meminta kegiatan bimbingan teknis (bimtek) di desa dikurangi. Ijeck menilai pelaksanaan bimtek membebani anggaran.

"Ada keluhan kita mendengar seringnya pelaksanaan bimtek-bimtek yang dilaksanakan yang memang membebani dan membuat anggaran yang digunakan tidak tepat sasaran," ujar Ijeck saat membuka rapat koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumut di Hotel Le Polonia Medan, Sumut, Selasa (3/3).

Ijeck menjelaskan pelaksanaan bimtek di desa bukan hal yang baru. Tapi menurut Ijeck, bimtek yang dilakukan tak efisien.

"Bukan hal baru, penggunaan dana yang tidak efektif dan efisien," ujarnya.

Ijeck meminta dana desa digunakan untuk hal bermanfaat seperti pembangunan desa wisata. Pemprov Sumut, kata Ijeck, sedang merencanakan pembangunan desa wisata di setiap Kabupaten se-Sumut.

"Kami harapkan kedepan setelah rakor ini sama-sama dalam pembangunan ini. Akan nanti menyampaikan ke Kepala Daerah, seperti saya sampaikan tadi, pak Gubernur mengharapkan minimal satu Kabupaten ada satu desa wisata," jelas Ijeck.

Ijeck mencontohkan desa wisata di Pematang Johar, Deli Serdang. Dia meminta desa lain mengikuti pembangunan desa wisata itu.

"Desa wisata Pematang Johar agar bisa ditiru dengan desa yang lain," paparnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 75 kali