cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya) Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution sempat menyebut ada rencana penataan kawasan Kesawan seperti Malioboro di Yogyakarta. Kini, Akhyar mengatakan Pemko Medan juga bakal meniru Kota Tua Semarang dalam penataan kawasan Kesawan.

Hal itu disampaikan Akhyar usai meninjau Gedung Warenhuis di Jalan Hindu, Kecamatan Kesawan, Medan, Jumat (6/3). Dia mengatakan ide penataan seperti Kota Tua Semarang itu muncul berdasarkan kunjungan kerjanya ke Semarang.

"Sebelum merevitalisasi Kota Tua Semarang, Pemkot Semarang menghadapi tantangan yang cukup berat. Selain mengatasi banjir rob, Pemkot Semarang juga harus merapikan kabel jaringan listrik yang berseliweran. Untuk merevitalisasi Kota Tua, Pemkot Semarang butuh waktu 25 tahun. Sebab, perencanaan telah dimulai tahun 94 dan baru selesai 3 tahun lalu," jelas Akhyar.

Dia menargetkan penataan kawasan bersejarah di Medan bisa dimulai pada 2021. Menurutnya, Pemko Medan telah memiliki desain revitalisasi Gedung Warenhuis sejak tahun 2014.

"Setelah terbentuk tim, insya Allah revitalisasi akan kita mulai tahun 2021. Kita sebenarnya telah memiliki detail enginering desaign (DED) revitalisasi Gedung Warenhuis tahun 2014. Tapi setelah kita melakukan studi banding ke Semarang, DED tersebut akan kita susun ulang sesuai dengan banyaknya masukan yang kita terima," ucapnya.

Dia mengklaim Gubsu Edy Rahmayadi juga bakal mendukung rencana penataan kawasan heritage Medan. Apalagi, katanya, Gedung Warenhuis berada di sekitar Sungai Deli yang memang mau ditata Pemprov Sumut.

"Dengan demikian, revitalisasi yang kita lakukan akan menjadi lebih baik lagi. Tanpa dukungan masyarakat, sulit bagi kami untuk mewujudkannya," ujarnya.

Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Penataan Ruang Medan, Benny Iskandar, mengatakan revitalisasi gedung tua tersebut bakal dimulai dengan perbaikan atap. Revitalisasi kawasan ini juga bakal melibatkan Pemprov Sumut.

"Sebagai bentuk keseriusan Pemko Medan, kita memulai revitalisasi dari biaya APBD sendiri. Untuk itu, kita akan melakukan revitalisasi secepatnya. Alhamdulillah, keinginan kita ini mendapat dukungan penuh dari Bapak Gubsu. Revitalisasi bangunan fisik Gedung Warenhuis kita yang melakukan, sementara itu lingkungan sekitar seperti trotoar, pedestrian, sepadan sungai dan jalan speksi, Pemprov Sumut yang akan menanganinya," ujar Benny.

Pemko Medan bakal membentuk tim untuk mengelola kawasan ini. Selain itu, Pemko Medan juga bakal menata kabel yang semrawut di sekitar Kesawan.

"Penertiban ini terbilang sulit. Sebab, harus melibatkan asosiasi dan perusahaan jaringan telekomunikasi. Untuk itu, kita harapkan dukungan semua pihak sehingga pelaksanaan revitalisasi berjalan dengan lancar," ucap Benny.

Sebelumnya, Pemko Medan mengatakan ingin membuat lokasi wisata malam untuk warga berkumpul mencicipi kuliner sembari menikmati suasana kota. Akhyar Nasution mengatakan, untuk merealisasi hal tersebut, Pemko akan melakukan penataan di kawasan Kesawan seperti Malioboro, Yogyakarta.

"Kota Medan juga nantinya memiliki wisata malam layaknya Kota Yogyakarta tepatnya di Jalan Malioboro. Masyarakat juga akan dapat mencicipi kuliner sambil menikmati suasana Kota Medan di malam hari," ujar Akhyar, Kamis (13/2).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 101 kali