cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya) Jalur sepeda di Jalan Setia Budi, Medan, yang baru dibuat malah menjadi parkir liar. DPRD Sumatera Utara meminta Pemprov Sumut melakukan sterilisasi jalur sepeda agar keberadaan jalur itu tak sekadar menghabiskan anggaran.

Jalur sepeda itu sendiri terdapat di Jalan Setia Budi Medan dari simpang Jalan Dr Mansyur ke arah Simpang Jalan Flamboyan. Pengerjaan jalur tersebut merupakan proyek di bawah Pemprov Sumut.

"Kita meminta ke pihak Pemprov dan dinas yang mengerjakan supaya berkoordinasi kepada jajaran yang membidangi peruntukan, sehingga tidak terjadi penggunaan yang bukan semestinya, supaya dinas terkait segera melakukan evaluasi untuk itu," ucap anggota Komisi D DPRD Sumut Mangapul Purba, Senin (9/3).

Mangapul meminta Pemprov berkoordinasi dengan Pemko Medan untuk menertibkan jalur sepeda itu, mengingat Jalan Setia Budi berada di wilayah Kota Medan. Dia mengingatkan pengerjaan jalur sepeda tak sekadar menghabiskan dana.

"Jangan dibangun menghabiskan anggaran banyak tapi tujuan dan manfaatnya tidak maksimal," tuturnya.

Berdasarkan situs LPSE Sumut, proyek perbaikan Jalan Setia Budi dari simpang Jalan Dr Mansyur-simpang Jalan Flamboyan yang terdapat jalur sepeda dikerjakan menggunakan APBD Sumut tahun 2019. Proyek itu bernilai Rp 18,3 miliar.

Sebelumnya, jalur sepeda di Jalan Setia Budi Medan terlihat sudah selesai dibuat. Jalur ini ditandai dengan garis kuning dan cat hijau serta logo sepeda di tengahnya.

Namun, jalur tersebut malah dijadikan lokasi parkir liar. Terdapat juga orang yang menggunakan jalur sepeda untuk tempat usahanya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 90 kali