cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya) RS Adam Malik Medan mengatakan ada dua orang dalam pemantauan (ODP) terkait virus corona atau COVID-19. Keduanya dipantau karena pernah hadir ke tablig akbar di Malaysia.

"Ada 2 yang dari tablig itu, yang ke Adam Malik dan ODP," kata Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (PINERE) RSUP H Adam Malik Medan, Ade Rahmaini, Sabtu (14/3).

Ade mengatakan belum ada pasien positif corona yang dirawat di RS Adam Malik. Dia mengatakan kedua orang itu akan dipantau selama 14 hari.

"Nanti ada tanggalnya, 14 harinya," ujar Ade.

Sebelumnya, otoritas Malaysia tengah melacak sekitar 5.000 warganya di berbagai wilayah yang diyakini terpapar virus Corona atau COVID-19 di acara tablig di sebuah masjid di Selangor. Pelacakan dilakukan usai seorang pria asal Brunei Darussalam dan satu warga Malaysia yang dinyatakan positif virus Corona dan diketahui sempat menghadiri acara tersebut.

Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH) dalam pernyataannya menyebut prosedur pelacakan kontak dilakukan setelah Brunei mengumumkan salah satu kasus virus Corona yang melibatkan seorang pria berusia 53 tahun yang pernah menghadiri acara tablig di masjid Malaysia. Pria Brunei itu menghadiri acara tersebut antara 27 Februari dan 1 Maret lalu.

Dinkes Sumut pun mengatakan tengah melacak 350 orang yang disinyalir sempat hadir di tablig akbar itu. Proses pendataan terus dilakukan.

"Ada 350 orang yang hadir tablig akbar di Malaysia. Itu sedang kita cari siapa saja itu. Itu untuk memutuskan rantai penularannya seperti itu," ujar Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan, Jumat (13/3).

"Ini kan baru ini baru dapat laporan. Jadi kita belum tahu seperti apa. Tapi yang pasti kita akan berlakukan itu. Belum tahu (dari mana saja) kalau itu, yang pasti tadi dari Binjai ada laporan," sambungnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 92 kali