cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya) Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting, mengeluhkan soal warganya cemas karena 1 pasien positif Corona meninggal di RS Adam Malik, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dia meminta dilakukan upaya untuk menenangkan warganya.

"Perawat-perawat itu kosnya di sekitaran Adam Malik. Mereka sekarang cemas. Masyarakat yang jualan itu juga cemas karena banyak dari rumah sakit yang belanja ke mereka," ujar Topan saat rapat membahas penanganan Corona di kantor Wali Kota Medan, Kamis (19/3).

RS Adam Malik memang berada di kawasan Medan Tuntungan. Topan pun menjelaskan kekhawatiran itu terjadi karena pasien positif Corona yang meninggal pernah beraktivitas di sekitar RS Adam Malik. Pasien itu, kata Topan, cukup lama beraktivitas sebelum diisolasi.

"Dokter yang meninggal itu masuk ke RS tanggal 15, berarti ada waktu tanggal 1-14 dia berinteraksi di wilayah rumah sakit," jelas Topan.

Topan meminta disediakannya alat pengukur suhu di kantornya. Dia juga meminta agar kantornya disemprot cairan disinfektan.

"Kami juga meminta agar alat pengukur suhu juga disiapkan di kecamatan. Dan juga agar kantor kecamatan disemprot disinfektan. Kantor kecamatan kami berjarak 800 meter dari rumah sakit. Kalau bisa kantor kelurahan yang ada di sekitar situ disemprot juga," paparnya.

Pasien tersebut meninggal dunia pada Senin (17/3). Saat meninggal, pasien tersebut masih berstatus PDP.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, kemudian menyebut ada satu pasien positif Corona yang meninggal di Sumut. Pasien tersebut merupakan satu dari total 19 orang yang meninggal dan dinyatakan positif Corona (COVID-19).

"DKI ada 12 yang meninggal. Jateng ada 2 kasus yang meninggal," ujar Yuri, Rabu (18/3).

"Bali ada 1 yang meninggal, Banten ada 1 yang meninggal, Jabar ada 1 yang meninggal, Jatim ada 1 kasus yang meninggal, Sumut ada 1 kasus yang meninggal," sambung Yuri.

Pasien yang meninggal tersebut merupakan seorang dokter. Yang bersangkutan sempat ke Israel dan singgah ke Italia sebelum sakit hingga dirawat di RS Adam Malik, Medan.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 93 kali