cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya) Kabar mengenai ada warga Medan yang menolak menjalani cek kesehatan sepulang dari Singapura bikin heboh. Polisi pun memberi penjelasan soal kabar tersebut.

Dalam informasi yang beredar lewat WhatsApp, disebut ada seorang warga di wilayah Jalan Denai menolak diperiksa tim kesehatan. Warga itu disebut baru pulang dari Singapura.

Polisi dan petugas disebut datang ke lokasi, namun warga tersebut tetap menolak. Warga itu juga disebut melempari batu untuk mengusir petugas.

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago menjelaskan, warga tersebut mau diperiksa. Dia mengatakan tak ada penolakan dari warga tersebut.

"Mau kok dicek. Memang mau dia. Namanya warga, nggak tahu apa-apa didatangi begitu terkejut lah dia," ucap Faidir, Selasa (24/3).

Faidir menegaskan tak ada peristiwa penolakan ataupun pelemparan batu. Dia mengatakan tak ada indikasi Corona atau COVID-19 yang pada warga tersebut. Namun dia mengatakan warga itu tetap diminta melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Nggak ada itu (pelemparan batu), tambah-tambahan itu. Pokoknya ada tim, setiap orang yang datang wajib kita periksa. Tim dari pihak kesehatan, kecamatan tadi. Tadi dia tidak ditemukan tanda-tanda atau gejala. Tapi diminta tetap berdiam di rumah di bawah pengawasan tim kesehatan," ucapnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 78 kali