cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya) Gugus Tugas COVID-19 Sumatera Utara (Sumut) menyebut ada petugas yang diancam saat melacak warga yang menjadi orang dalam pemantauan (ODP) Corona. Polisi meminta petugas melapor agar polisi bisa memproses secara hukum.

"Ya, apabila ada yang melakukan ancaman akan kita proses. Petugas di lapangan segera laporkan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (24/3).

Tatan mengatakan petugas yang melakukan pelacakan itu sedang melaksanakan tugas kemanusiaan. Dia menjamin polisi bakal menindaklanjuti laporan soal ancaman tersebut.

"Petugas yang melaksanakan tugas kemanusiaan ini laporkan apabila mendapatkan ancaman," sebut Tatan.

Sebelumnya, Gugus Tugas COVID-19 Sumut mengatakan ada petugas yang diancam saat melakukan pelacakan orang dalam pemantauan (ODP) Corona. Hal tersebut terjadi karena warga yang didatangi menolak ditanya soal riwayat perjalanan ataupun kontaknya.

"Di lapangan ini tidak mudah, tidak semua orang dengan sukarela bersedia ditanya dan juga itu terjadi di beberapa daerah, yang kemudian petugas kami itu ada yang sampai diancam dan sebagainya," ujar Wakil Ketua Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, Senin (23/3).

Alwi mengatakan pelacakan ODP di Sumut dilakukan dengan menelusuri riwayat kontak dan perjalanan warga. Jika terdeteksi pernah melakukan kontak dengan pasien terkait Corona atau datang ke wilayah terjangkit, maka warga tersebut akan menjadi ODP.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 74 kali