cache/resized/8d4edbde1ebff7088c248583bb3e1899.jpg
Jakarta(MedanPunya) Niat calon jemaah haji 2020 untuk melaksanakan rukun islam kelima itu tahun ini ...
cache/resized/e9a998cef8693c549e26f2f21d9701fd.jpg
Washington(MedanPunya) Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka ...
cache/resized/1a5b814444b68f4e3bcd007b5f81a218.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak ...

Medan(MedanPunya) Jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan mengimbau seluruh umat muslim Kota Medan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.

Takbir tetap dikumandangkan di masjid maupun di mushola.

Namun MUI mengimbau agar tidak melaksanakan takbir keliling seperti yang selama ini lazim dilakukan.

“Mari kita sambut Hari Raya Idul Fitri  dengan penuh kegembiraan dengan melantunkan takbir di masjid maupun mushala. Selain itu hindarilah ikut dalam takbir keliling pada malam takbiran,” kata Ketua MUI Kota Medan Prof Dr H Mohd Hatta, Jumat (15/5).

Selain itu, Hatta juga mengingatkan kepada umat muslim agar menyegerakan pembayaran zakat fitrah/mal. Kemudian melaksanakan Shalat Idul Fitri di masjid dengan memperhatikan protokol kesehatan di tengah masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) saat ini.

Adapun protokol kesehatan yang harus dipenuhi, jelas Hatta, di antaranya harus dalam kondisi sehat ketika mengikuti Shalat Ied tersebut.

Selain itu tambah Hatta, harus mengenakan masker dan membawa sajadah sendiri. Kemudian tidak bersalaman dan berpelukan sebelum maupun sesudah  Shalat Ied.

Selanjutnya mencuci tangan sebelum dan sesudah shalat.

Kepada khatib, Hatta menyarankan mempersingkat khutbah yang disampaikan.

“Khusus imam, disarankan meringankan bacaan  dengan ayat-ayat pendek dan mengakhirinya dengan qunut nazilah. Setelah khutbah Idul Fitri, seluruh Jemaah kita minta untuk segera pulang ke rumah masing-masing,” katanya.

Selanjutnya bagi umat muslim yang ingin melaksanakan Shalat Ied di rumah, Hatta pun menyampaikan tata cara pelaksanaan yang harus dilakukan.

Ia menjelaskan, pertama adalah berniat untuk Shalat Ied sendiri atau berjamaah.

Lalu, mengucapkan takbiratul ihram dan diteruskan dengan membaca doa iftitah.

“Shalat dilaksanakan 2 rakaat. Pada rakaat pertama membaca takbir sebanyak 7 kali dan di rakaat kedua membaca takbir sebanyak 5 kali. Di antara takbir membaca  subhanallah wal hamdulillah wa lailahaillah wallahu akbar dengan suara pelan. Kemudian membaca Alfatiha dan membaca surat pendek. Rukuk sampai salam dilakukan seperti melaksanakan shalat fardu,” jelasnya.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 36 kali