cache/resized/03ae02c03a497507a5cc772e7d2ad074.jpg
Jakarta(MedanPunya) Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Ia ...
cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...

Medan(MedanPunya.Com) Ulah majikan menganiaya Pembantu Rumah Tangga (PRT) terjadi lagi. Kali ini menimpa Apri Emilena (20) asal Aipura, Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak tahan disiksa majikan PRT memilih kabur, dari rumah majikannya, A Sim (42) yang tinggal di Jalan Polonia Gang Ternak, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia.

Informasi diperoleh menyebutkan, penganiayaan yang dialami Apri terkuak saat dirinya ditemukan oleh warga tengah melintas di Jalan Polonia, Kel. Polonia, Kecamatan  Medan Polonia tak jauh dari sekolah Angkasa.

"Kami heran kenapa anak ini bisa keluar dari rumah majikannya, makanya kami panggil, kami tanyakan dan kami berikan makan," ucap Atek (40) salah seorang warga yang mengantar PRT tersebut ke Mapolsek Medan Baru.

Sementara, Kepling VI, Kel. Polonia, Ucok KP mengatakan, bahwa korban tidak tahan akibat kerap dianiaya. "Karena saya bertanggungjawab di kampung ini, makanya saya amankan anak ini. Awalnya sudah mau diminta sama majikannya ini, tapi saya enggak setuju, karena korban ini mengatakan kalau dia sering dipukuli," ucapnya.

Setelah dibawa ke Polsek Medan Baru dan dimintai keterangan, Apri ternyata bernaung di Yayasan Paulisa Jalan Sei Kera, Medan. Selanjutnya, petugas menyarankan agar Kepala Lingkungan meminta terlebih dahulu surat keterangan dari Yayasan tersebut dan kembali membuat laporan ke Polsek Medan Baru.***wsp/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1017 kali