cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...
cache/resized/d62aab24d5771b45119d776c93896d07.jpg
New York(MedanPunya) Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, dipenuhi gelak tawa ketika ...

Medan(MedanPunya) Kebakaran pabrik kayu PT Canang Indah di Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, hari Minggu lalu, yang menyebabkan kabel pembangkit Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) SUTT 150 kV ikut terbakar, masih meninggalkan tanda tanya soal mana yang lebih dulu dibangun, pembangkit PLN atau pabrik tersebut.

PLN Sumbagut , melalui Kepala Bagian Hubungan Masyarakatnya, Mustafrizal, saat ditanya mengenai hal ini, mengaku tidak tahu.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi D DPRD Sumut, Nezar Djoeli berjanji pihaknya akan melakukan investigasi.

"Nanti akan kami cari tahu, mana yang duluan. keberadaan PT Canang Indah itu atau SUTT itu duluan. Kalau memang PT Canang itu yang salah, ya, kami minta mereka menutup kegiatan mereka karena ini mengganggu masyarakat Sumatera Utara," kata Nezar, Kamis (21/1).

Selain itu, Nezar juga meminta PLN untuk memindahkan pembangkit SUTT tersebut dari lokasi selama ini.

"Bukan kami membela salah satu pihak. Kami harus obyektif," ujarnya.

Ditegaskan Nezar, masyarakat telah jenuh dengan pemadaman listrik yang dilakukan PLN. Saban tahun, meski selalu mengklaim telah berbenah, tetap saja pemadaman terulang.

"PLN kami mintakan dengan sangat hormat, kami sudah sangat jenuh. Sebagai Komisi D, sebagai wakil rakyat, kami bosan dengan janji-janji yang selalu diumbar PLN," katanya.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 906 kali