cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Medan(MedanPunya) Pascabentrokan berdarah antara Pemuda Pancasila (PP) dengan Ikatan Pemuda Karya (IPK) di Jl Thamrin, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya (DPD IPK) Kota Medan menggelar konfrensi pers dengan sejumlah awak media.

Dalam jumpa pers tersebut, Ketua DPD IPK Kota Medan, Thomas Purba menyatakan bahwa kader IPK tidak ada melakukan penyerangan sebagaimana yang dikabarkan sebelumnya.

"Anggota kami menghadiri pelantikan di Denai. Saat melintas di Jl Thamrin, anggota terjebak macet," ungkap Thomas, Senin (1/2).

Saat posisi massa IPK terjebak macet, di sinilah terjadi cekcok. Saat itu, massa IPK langsung diserang.

"Secara nyata, kami tidak ada melakukan penyerangan. Karena, pada saat itu posisinya ada anak kecil dan istri yang ikut melintas. Jadi kami tidak mungkin menyerang," ungkap Thomas.

Terkait persoalan ini, Thomas mengakui bahwa selama ini antara IPK dengan PP kerap terjadi pergesekan. Kata Thomas, gesekan itu karena adanya misskomunikasi di lapangan.

"Perseteruan IPK dan PP merupakan hal yang tidak terduga. Kami tidak ada menyarankan anggota untuk bentrok. Kami hanya menghadiri pelantikan di Medan Denai," ungkap Thomas.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1365 kali