cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Medan(MedanPunya.Com) Ketua DPW PPP Sumut Fadly Nurzal mengaku belum tahu apakah ada kader PPP Sumut yang pergi ke Muktamar PPP pimpinan Surya Dharma Ali.

"Hari ini kan kami Rapimwil (rapat pimpinan wilayah) di Hotel Dharma Deli. Kalau ada yang kesana kan nanti ketahuan," katanya, Jumat (31/10).

Fadly mengatakan, kader PPP Sumut yang berangkat ke Muktamar di Jakarta tidak perlu lagi bergabung dengan PPP.

Menurutnya, PPP telah menggelar muktamar di Surabaya dan mendapuk Rohmahurmuziy sebagai Ketua Umum. Hasil muktamar ini pun sudah diakui oleh pemerintah.

"Kalau ada yang mengaku-ngaku sebagai pengurus PPP Sumut pergi ke sana, maka itu DPW (dewan pengurus wilayah) naturalisasi," katanya dengan nada bercanda.

Mantan anggota DPRD Sumut ini pun memastikan kader PPP yang ikut Muktamar PPP versi Surya Dharma Ali akan mendapat sanksi.

"Itu pasti ada karena sudah menjadi keputusan muktamar di Surabaya bahwa yang hadir di muktamar lain akan diberikan tindakan tegas. Sanksinya apa, nanti akan ada bagian khusus yang menangani itu," ujarnya.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1090 kali