cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Malang(MedanPunya) Manajemen Arema FC menuding wasit penyebab utama kericuhan. Mereka menyebut serangkaian keputusan wasit Handri Kristanto merugikan Singo Edan.

Duel Arema FC melawan Persib Bandung pada laga pekan ke-4 Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4), diwarnai kericuhan. Suporter menyerbu lapangan menjelang laga usai sehingga wasit terpaksa lebih cepat mengakhirinya.

Pada pertandingan tersebut, Arema FC hanya sanggup bermainimbang 2-2. Ini berarti Singo Edan belum pernah menang dalam Liga 1 2018. Dua gol Arema FC dicetak oleh Thiago Furtuoso pada menit ke-19 dan Balsa Bozovic (88'). Sedangkan dua gol Persib diborong oleh Ezechiel N'Douassel (20', 78').

Media Officer Arema FC, Sudarmadji, mengatakan bahwa pihak manajemen Singo Edan sepakat menjadikan kepemimpinan wasit Handri Kristanto sebagai biang kericuhan.

Hal itu akan mereka tuangkan ke dalam kronologi kericuhan laga tersebut yang akan mereka kirimkan ke PT Liga Indonesia Baru sebagai operator liga. Sudarmadji mengatakan bahwa beberapa keputusan Handri Kristanto merugikan Arema FC sehingga puluhanribu Aremania yang memadati Stadion Kanjuruhan menjadi emosi.

Tak ayal, suporter menyerbut lapangan. Bahkan ada oknum suporter yang melempar bench sehingga menyebabkan pelatih Persib, Mario Gomez, mengalami luka.***mpc/bs


  • 0 komentar
  • Baca 199 kali