Minggu, 22 Juli 2018

Generasi Emas Belgia Tak Cukup untuk Raih Trofi Piala Dunia

Rabu, 11 Juli 2018 12:25
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Saint Petersburg(MedanPunya) Belgia tersingkir dari Piala Dunia 2018 usai dikalahkan Prancis. Memiliki generasi emas bukan modal yang cukup untuk menjadi juara dunia.

Belgia menyerah 0-1 di tangan Prancis pada semifinal Piala Dunia 2018. Dalam pertandingan di Saint Petersburg, Rabu (11/7) dini hari WIB, gawang Thibaut Courtois dibobol Samuel Umtiti dan tak bisa membalasnya.

Kekalahan itu menghentikan ambisi Belgia yang disebut-sebut memiliki generasi emas, sebutan yang muncul sejak 2016, untuk menjadi juara Piala Dunia 2018. Di atas kertas, Belgia menjadi tim dengan peringkat terbaik di babak perempatfinal ini, dengan ada di urutan ketiga dunia. Peringkat pertama FIFA ditempati Jerman dan Brasil.

Belgia memang memiliki pemain-pemain mentereng. Sepuluh dari starting XI Belgia diisi pemain-pemain Premier League. Cuma Axel Witsel yang tampil di liga lain dengan bergabung bersama Tianjin Quanjian.

Pada starter Belgia diisi striker Manchester United Romelu Lukaku, pemain terbaik Chelsea tiga musim beruntun Eden Hazard, serta Premier League 2018 Playmaker of The Year Kevin De Bruyne.

Di lini belakang, Belgia memiliki duet Jan Vertonghen dan Toby Alderweireld, serta disokong oleh pemain kenyang pengalaman Vincent Kompany. Di pertahanan terakhir, Belgia memiliki kiper Chelsea Thibaut Courtois.

Kegagalan mencapai final itu membuat generasi emas Belgia belum berhasil meraih trofi. Di Piala Eropa 2016, Belgia tersingkir di babak perempatfinal setelah dikalahkan Wales 1-3.

Kekalahan dari Prancis itu juga menghentikan rekor selalu menang di Piala Dunia 2018. The Red Devils melaju ke babak semifinal dengan mengalahkan Tunisia, Panama, Inggris, Jepang, dan Brasil. Kekalahan tersebutu juga menjadi yang pertama sejak September 2016.

Tapi setidaknya, capaian di Piala Dunia 2018 dengan sampai di babak semifinal ini, sudah menjadi perolehan paling sip setelah tahun 2000-an. Sekali sampai di babak 16 besar (2002), dua perhelatan berikutnya mereka malah tak lolos kualifikasi (2006 dan 2010), kemudian mencapai perempatfinal pada 2014.***mpc/bs

Dibaca 238 Kali