cache/resized/ebd1204bf289bfc3ecb923dc34edb77d.jpg
Kuala Lumpur(MedanPunya) Saat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan daftar ...
cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...

London(MedanPunya) Mantan pemain Tottenham Hotspur, Jermaine Jenas, mengungkapkan bahwa pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, tak bisa memaksimalkan potensi hebat yang dimiliki Eden Hazard.

Jermaine Jenas terkesan dengan permainan Eden Hazard saat Chelsea bersua Tottenham Hotspur pada laga leg pertama semifinal Piala Liga Inggris di Stadion Wembley, Selasa (8/1).

Dalam pertandingan tersebut, Eden Hazard tak bisa berbuat lebih sehingga Chelsea takluk 0-1.

Akan tetapi, Jermaine Jenas beranggapan Hazard hanya kurang beruntung lantaran ditempatkan di luar posisi idealnya sebagai winger kiri. Kala itu, pelatih The Blues, Maurizio Sarri, memberikan peran false nine alias penyerang bayangan kepada Hazard.

"Saya pikir adakalanya tak tepat memainkan Hazard di posisi itu," kata Jermaine Jenas.

Menurut Jenas, posisi tersebut justru membuat Eden Hazard tak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. "Maurizio Sarri jelas tak bisa mengeluarkan potensi terbaik Eden Hazard jika memainkannya di tengah," ujarnya.

"Anda bisa mendapatkan performa terbaik dari Hazard di posisi sayap kiri. Lalu, membiarkan ia melakukan yang diinginkan, turun ke lini tengah, menusuk ke dalam, dan berlari melewati beberapa pemain. Begitulah cara Hazard mencetak banyak gol," tutur Jenas menambahkan.

Bahkan, Jenas juga menganggap Eden Hazard terlalu bagus untuk bermain di Chelsea.

"Namun, saya pikir ia juga terlalu bagus untuk Chelsea. Hazard harus pergi. Sebab, level permainan ia lebih tinggi dari siapa pun di Chelsea" ucap Jenas menambahkan.

Hazard sudah lima kali mengambil peran sebagai penyerang bayangan dengan catatan tiga gol dan tiga assists. Gol dan assists tersebut ia cetak kala menghadapi Manchester City (dua assists), Brighton & Hove Albion (satu gol, satu assist), dan Watford (dua gol). Laga tersebut merupakan matchweek ke-16, 17, dan 19 Liga Inggris.

Adapun saat menghadapi Leicester City di Liga Inggris pada 22 Desember 2018 dan melawan Tottenham Hotspur di Piala Liga Inggris pada 8 Januari 2019, Eden Hazard tak mampu memberi kontribusi dalam penciptaan gol.

Eden Hazard tampil moncer ketika merumput sebagai sayap kiri. Dalam 20 partai di berbagai ajang, ia membikin sembilan gol dan enam assists. Fakta tersebut membuktikan pernyataan Jermaine Jenas bahwa peran false nine menurunkan kemampuan Hazard tidak benar.

Pasalnya, kesempatan Hazard bermain di kedua posisi tersebut berbeda sehingga belum bisa dikomparasikan.***mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 14 kali