cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Manchester(MedanPunya) Paris Saint Germain bertamu ke Manchester United dalam kondisi jauh dari ideal. Meski tanpa Neymar dan Edinson Cavani, PSG ternyata bisa membungkam Manchester United.

Duo Neymar dan Cavani terlibat dari lebih dari 60% produktivitas PSG di Liga Champions. Maka ketiadaan mereka di Old Trafford dianggap menjadi kerugian besar bagi skuat besutan Thomas Tuchel.

Tapi Tuchel ternyata punya strategi untuk mematikan The Red Devils dan sekaligus menghentikan rekor tak terkalahkan yang sudah bertahan 11 laga beruntun. Di Old Trafford, Rabu (13/2) dinihari WIB tadi, gol Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe memberi PSG kemenangan berharga 2-0.

"Kita harus menghentikan cerita-cerita seram. Orang-orang harus berhenti merasa takut. Tentu saja Neymar luar biasa penting dan Cavani punya peran fundamental untuk kami, tapi sepakbola dimainkan di lapangan dan kami sudah menunjukkan itu hari ini," ucap Kylian Mbappe usai pertandingan.

PSG tampil luar biasa pada laga tersebut. Tuchel menjadikan Mbappe ujung tombak penyerangan, yang didukung Angel Di Maria dan Julian Draxler di belakangnya pada formasi 4-3-2-1.

"Di babak kedua kami lebih antusias karena kami tahu mereka ingin menaikkan ritme permainan dan terutama mencetak gol di kandang. Kami gembira (dengan kemenangan), tapi ini baru hal time dan kami harus terus mempersiapkan diri, karena saya pikir di 20 menit terakhir fisik kami menurun."

"Kami punya tiga pekan (menuju leg kedua) untuk memastikan kami siap dan memastikan kelolosan," tegas Mbappe.***mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 99 kali