cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...
cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...

London(MedanPunya) Lionel Messi menuding Roddy Zambrano, wasit laga Brasil vs Argentina di Copa America 2019, berat sebelah. Ia bahkan menyebut turnamen ini korup.

Kekecewaan Messi bermula ketika Argentina disingkirkan Brasil dengan skor 0-2 di semifinal. Merasa Albiceleste tampil lebih baik, bintang Barcelona itu juga menuding wasit menguntungkan tuan rumah.

Dasarnya adalah dua insiden yang dinilai kubu Argentina layak diganjar penalti. Yang pertama ketika Nicolas Otamendi tersungkur usai ditekel Arthur Melo dari situasi sepak pojok.

Setelah itu, Sergio Aguero tampak dijatuhkan Dani Alves di 10 menit terakhir. Para pemain Argentina makin kesal karena wasit bahkan tak mengecek ulang kejadian lewat layar VAR.

Usai pertandingan, Messi terang-terangan menyebut ofisial memberikan keuntungan untuk Brasil. Sementara Sergio Aguero dan mantan bek Argentina, Javier Zanetti, menyoroti penggunaan VAR.

Zambrano menegaskan dirinya tak punya persoalan pribadi dengan Messi dan menghargai pandangan pemain 32 tahun tersebut.

"Messi mendedikasikan dirinya untuk bermain sepakbola dan saya tak pernah punya masalah apapun dengannya," ujar Zambrano.

"Pernyataannya mengejutkan saya, tapi setiap orang punya opini masing-masing," tambahnya.

Kekecewaan Argentina terhadap wasit-wasit yang bertugas di Copa America 2019 memuncak usai laga perebutan tempat ketiga dengan Chile. Saat itu Messi dikartu merah bersama Gary Medel, yang mana dua-duanya adalah kapten, karena sempat saling dorong satu sama lain.

Messi menolak menerima medali perunggu dan menuding Copa America 2019 penuh korupsi.***mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 271 kali