cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

London(MedanPunya) Lionel Messi menuding Roddy Zambrano, wasit laga Brasil vs Argentina di Copa America 2019, berat sebelah. Ia bahkan menyebut turnamen ini korup.

Kekecewaan Messi bermula ketika Argentina disingkirkan Brasil dengan skor 0-2 di semifinal. Merasa Albiceleste tampil lebih baik, bintang Barcelona itu juga menuding wasit menguntungkan tuan rumah.

Dasarnya adalah dua insiden yang dinilai kubu Argentina layak diganjar penalti. Yang pertama ketika Nicolas Otamendi tersungkur usai ditekel Arthur Melo dari situasi sepak pojok.

Setelah itu, Sergio Aguero tampak dijatuhkan Dani Alves di 10 menit terakhir. Para pemain Argentina makin kesal karena wasit bahkan tak mengecek ulang kejadian lewat layar VAR.

Usai pertandingan, Messi terang-terangan menyebut ofisial memberikan keuntungan untuk Brasil. Sementara Sergio Aguero dan mantan bek Argentina, Javier Zanetti, menyoroti penggunaan VAR.

Zambrano menegaskan dirinya tak punya persoalan pribadi dengan Messi dan menghargai pandangan pemain 32 tahun tersebut.

"Messi mendedikasikan dirinya untuk bermain sepakbola dan saya tak pernah punya masalah apapun dengannya," ujar Zambrano.

"Pernyataannya mengejutkan saya, tapi setiap orang punya opini masing-masing," tambahnya.

Kekecewaan Argentina terhadap wasit-wasit yang bertugas di Copa America 2019 memuncak usai laga perebutan tempat ketiga dengan Chile. Saat itu Messi dikartu merah bersama Gary Medel, yang mana dua-duanya adalah kapten, karena sempat saling dorong satu sama lain.

Messi menolak menerima medali perunggu dan menuding Copa America 2019 penuh korupsi.***mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 193 kali