cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Jakarta(MedanPunya) Dani Alves menyarankan skuat Paris Saint-Germain percaya sepenuhnya dengan Neymar dan menyervisnya sebaik mungkin, demi mengeluarkan potensi terbaiknya.

Neymar membawa PSG melanjutkan dominasi di Liga Prancis dalam dua musim terakhir. Les Parisien juga menjuarai masing-masing satu Piala Prancis dan Liga Prancis dalam periode itu.

Tapi ambisi PSG sudah bukan lagi kompetisi domestik, melainkan Liga Champions. Menebus Neymar seharga 222 juta euro dan menjadikannya pemain termahal adalah salah satu langkah mewujudkan itu, namun hasilnya masih jauh dari trofi Liga Champions.

Setelah kedatangan Neymar pun PSG masih mentok di babak 16 besar. Hasil di tiga musim terakhir itu malah turun dari empat musim sebelumnya, di mana PSG sampai perempatfinal.

Alves yang baru saja meninggalkan PSG menyebut tim harus lebih memanjakan Neymar di lapangan untuk mendapatkan manfaat terbesar. Hal serupa dilakukan Barcelona dengan Lionel Messi atau tim-tim Cristiano Ronaldo.

"Tim-tim bermain untuk Messi dan Cristiano, dan saya rasa tim ini juga harus bermain untuk Neymar. Mereka adalah jenis pemain yang berbeda, semakin tim menyervis mereka, semakin baik respons yang mereka akan beri di lapangan, dan itu bukan soal keegoisan," ujar Alves.

"Saya misalnya, sudah menciptakan itu dengan Messi. Saya melakukan hal yang sama dengannya, di tim saya dulu, saya cuma harus memberinya bola agar dia bisa menggiring, mengumpan, atau mencetak gol," imbuh mantan rekan Messi di Barcelona ini.

Dua musim bersama PSG, Neymar mencatatkan 58 penampilan dengan 51 gol dan 29 assist. Kini pemain asal Brasil itu justru dirumorkan akan hengkang, salah satunya diduga karena level persaingan di Prancis yang rendah.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 28 kali