cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Brussel(MedanPunya) Performa buruk Thibaut Courtois di Real Madrid diklaim karena terkena sindrom David De Gea. Apa itu?

Penampilan Courtois di Madrid, sejak dibeli Chelsea pada musim panas 2018, belum juga menjanjikan. Terakhir, penjaga gawang 27 tahun itu kebobolan dua kali saat menghadapi Club Brugge di Santiago Bernabeu, pada matchday kedua Liga Champions, Rabu (2/10) dini hari kemarin.

Gol pertama Brugge yang membuatnya disorot. Courtois sedikit membuat blunder, sehingga sepakan tak sempurna Emmanuel Dennis pun tetap bisa masuk ke gawang Madrid.

Akibat penampilannya itu, Courtois pun ditarik keluar Zinedine Zidane di babak kedua, yang kemudian diklaim karena perutnya bermasalah. Namun, penampilannya kadung dicap jelek.

Total, Courtois sudah kebobolan 59 kali dari 43 penampilan, sejak direkrut Los Blancos. Pelatih kiper Belgia, Erwin Lemmens, menilai Courtois mengalami nasib seperti De Gea di Manchester United, yakni tidak mendapat perlakuan yang tepat sehingga performanya terpengaruh.

"Mereka (Madrid) harus memperlakukannya dengan cara yang berbeda," ujar Lemmens.

"Dia pemain yang special. Sangat tidak biasa jika dia selalu tampil di level tertinggi bersama kami (Timnas Belgia), namun di sana dia malah menderita sindrom De Gea," jelasnya.

De Gea, sama seperti Courtois, kadang membuat blunder bagi MU kendati digadang-gadang salah satu kiper terbaik di dunia. Musim lalu misalnya, De Gea membuat blunder 4 kali bagi Setan Merah.

Lemmens menambahkan, Courtois seolah menjadi kambing hitam dari masalah Madrid secara keseluruhan. Menurutnya, permainan buruk tim tidak bisa disalahkan pada satu orang pemain, khususnya kiper. Lemmens pun berharap Zidane tak menyisihkan Courtois.

"Jika seisi Bernabeu mencibir, harusnya anda melihatnya sebagai kritikan pada keseluruhan tim," ujar Lemmens.

"Mengapa dia tidak dimainkan pada Sabtu nanti (melawan Granada)? Kemarin dia sakit dan diganti pada babak kedua. Dia seorang kiper yang hebat dan dia akan terus berusaha membuat Madrid kembali senang," tuturnya.***mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 175 kali