Makin Kencang Suara Bubarkan Sepak Bola RI Usai Tragedi Kanjuruhan

Jakarta(MedanPunya) Tragedi Kanjuruhan yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur, masih sangat ramai dibahas di linimasa. Netizen pro kontra apakah sepakbola Indonesia perlu sementara dibubarkan atau tidak.

Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapan total korban yang terdata ialah 306 orang mengalami luka-luka dengan detail, 248 orang mengalami luka ringan hingga sedang dan 58 orang mengalami luka berat. Sementara itu jumlah korban meninggal sebanyak 131 orang.

Sementara itu untuk versi Polri dikatakan oleh Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta. Dia mengatakan ada 125 orang tewas dan 180 korban luka-luka.

Tagar #PrayForKanjuruhan, FIFA, PSSI sampai#DukaBagiSemua masih menempati jajaran papan atas trending topic Twitter wilayah Indonesia. Sebagian memberi opini apakah perlu sepakbola Indonesia dibekukan atau dibubarkan sementara sampai semuanya beres.

“Ban Indonesia 10 tahun dr sepakbola dunia. Larang liga profesional selama 10 tahun. Revolusi PSSI, kalau perlu bubarkan. Bikin baru pun ganti nama, ruwatan bawa sial pake nama lama,” tulis seorang netizen.

“Jangan asal main bubarkan, biar bagaimanapun sepakbola sudah menjadi industri yang menghidupi banyak masyarakat di Indonesia Yang perlu kita perbaiki adalah PSSI yang memang bobrok dari dulu dan suporter sepakbola yg biadab,” tulis netizen yang menilai sepakbola Indonesia tidak perlu dibubarkan melainkan dibenahi.

“Tragedi Di kanjuruhan arema vs persebaya , liga indonesia lebih dari 100 orang meninggal dunia,semurah itu kah nyawa hanya untuk sepakbola, lebih baik bubarkan sepakbola indonesia. semoga FIFA menghukum berat bola indonesia,” begitu opini yang lain.

“Dahlah bubarkan sepakbola, udah paling benar maen badminton aja. Dari dulu rusuh mulu, apa yg dicari sih? klo dah banyak nyawa melayang kayak gini baru dah saling tuding siapa yg salah,” sebut komentar selanjutnya.

“Bubarkan Sepakbola Indonesia, karena non prestasi, ngabisin dana negara, isinya saingan-saingan tidak sehat, fanatisme bodoh, mental bayi, gak pernah dewasa, bisanya cuma saling olok, dan keroyokan,” cetus yang lain.

“Tidak ada kemenangan yang sebanding dengan nyawa! Dan tidak ada kedamaian yang bahagia di selesaikan dengan kekerasan, PAK! Untuk apa lagi ada sepakbola kalau begini? Bubarkan saja liga! ini sudah gila, benar2 gila,” postingan yang lain pun sepakat.

“Saya memang menyukai sepakbola tapi kejadian di kanjuruhan sungguh menyesakan dada, sudahi saja jangan ada lagi olahraga ini di bumi pertiwi. Bubarkan saja liga 1 dan pssi. Ini tentang kemanusiaan bukan tentang fanatik-fanatikan,” cetus yang lain.

“Bubarkan Sepakbola Indonesia, ga ada prestasi, jadi lahan korupsi, bikin orang mati,” adalah suara keras selanjutnya.

Tragedi Kanjuruhan memang meninggalkan trauma dan kesedihan yang sangat mendalam bagi banyak orang. Tragedi Kanjuruhan, Malang terjadi usai pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Persebaya.

Usai laga, banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak. Tragedi Kanjuruhan tak terelakkan.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version