Pirlo: Juventus Alami Kemunduran

Roma(MedanPunya) Juventus susah payah meladeni agresivitas AS Roma dalam lanjutan Liga Italia. Andrea Pirlo menilai Si Nyonya Tua alami kemunduran.

Juventus bertandang ke markas Roma di Olimpico, Senin (28/9) dini hari WIB. Juventus tertinggal lebih dulu lewat titik penalti Jordan Veretout.

Laga babak pertama tampak bakal usai dengan skor 1-1 setelah Cristiano Ronaldo menyumbang gol untuk Juventus lewat eksekusi penalti di menit ke-44. Namun, tak lama berselang Giallorossi mengubah skor menjadi 2-1 lewat serangan balik yang dituntaskan Veretout.

Juventus harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-62 setelah Adrien Rabiot diganjar kartu kuning kedua. Hal ini membuat kerja keras Juventus menjadi rumit.

Alhasil, Bianconeri mampu memaksakan hasil imbang 2-2. Ronaldo menjadi penyelamat Juventus lewat gol sundulannya.

Juventus secara statistik memang unggul penguasaan bola sebesar 60 persen berbanding 40 persen. Secara permainan, tim tamu susah payah meladeni agresivitas pemain Roma.

Roma tercatat mampu memenangi perebutan bola sebanyak 18 kali dan Juventus cuma 13 kali. Roma juga melepaskan lima tembakan ke gawang lawan. Di sisi lain, Juventus cuma melepas tiga tembakan ke gawang yang semua lahir dari Ronaldo.

Pirlo selaku pelatih Juventus menilai timnya alami kemunduran dibandingkan permainan pada pekan pertama saat mengalahkan Sampdoria. Penyebabnya tak lepas dari waktu persiapan musim 2020/2021 yang sangat singkat.

“Kami menghadapi dua tim yang sama sekali berbeda musim ini, jadi saya tahu pendekatan kami akan sangat berbeda dengan yang melawan Sampdoria,” kata Pirlo.

“Ini adalah langkah mundur dalam hal performa, tapi ini adalah pekerjaan yang sedang berjalan dan kami belum memiliki kesempatan untuk memainkan pertandingan persahabatan pramusim untuk menguji hal-hal ini,” sambungnya.

“Pada akhirnya satu poin diperoleh, karena kami tertinggal satu gol dua kali dan kemudian bermain dengan 10 orang, sementara kami memiliki beberapa pemain seperti Arthur (Melo) yang belum benar-benar bermain selama enam bulan.”

“Kami ingin memanfaatkan situasi satu lawan satu, karena kami tahu Roma akan menyerang dengan banyak pemain, tetapi itu tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Selalu sulit melawan tim yang terorganisir.”

“Kami berusaha menjaga lini tengah seketat mungkin agar tidak memberi ruang bagi trequartista. Terkadang berhasil, terkadang tidak, tapi kami harus menguji semua situasi ini selama pertandingan, mengingat kami tidak memiliki pertandingan persahabatan pramusim,” Pirlo menegaskan.***dtc/mpc/bs

Berikan Komentar:
Exit mobile version