Premier League Larang Kerajaan Arab Kontrol Newcastle

Newcastle(MedanPunya) Newcastle United resmi dibeli perusahaan milik Pangeran Mohammed bin Salman. Premier League meminta tidak ada campur tangan Kerajaan Arab Saudi di The Toon.

Public Investment Fund (PIF), konsorsium kepunyaan Mohammed bin Salman, resmi mengambil alih kepemilikan Newcastle dari Mike Ashley, Kamis (7/10) malam WIB. PIF mengakuisisi 100 persen saham The Magpies seharga 300 juta paun (Rp 5,8 triliun).

Akuisisi Newcastle ini telah mendapat persetujuan dari Premier League. Meski sudah memberi lampu hijau, otoritas Liga Inggris itu meminta jaminan hitam di atas putih kepada PIF terkait pengelolaan klub.

Premier League melarang adanya kontrol atau campur tangan dari Kerajaan Arab Saudi untuk pengelolaan Newcastle United. PIF diharapkan bekerja secara profesional, sehingga tidak ada subsidi atau pemasukan dari negara untuk klub.

“Premier League, Newcastle United dan St James Holdings Limited hari ini telah menyelesaikan pengambilalihan klub oleh konsorsium PIF, PCP Capital Partners dan RB Sports & Media. Setelah selesainya Tes Pemilik dan Direktur Premier League, klub telah dijual ke konsorsium dengan segera,” begitu isi rilis resmi Premier League.

“Premier League sekarang telah menerima jaminan yang mengikat secara hukum bahwa Kerajaan Arab Saudi tidak akan mengendalikan Newcastle United. Semua pihak dengan senang hati telah menyelesaikan proses ini yang memberikan kepastian dan kejelasan kepada Newcastle United dan para penggemar mereka,” pungkasnya.

Kubu PIF sebelumnya menegaskan bahwa dana untuk membeli saham Newcastle bukanlah memakai uang kas Kerajaan Arab Saudi. Kendati konsorsium dimiliki putra mahkota kerajaan, tetapi mereka tetap perusahaan profesional yang terpisah dari negara.

Pembelian Newcastle United oleh Public Investment Fund membuat The Toon menjadi klub dengan pemilik terkaya di dunia. Konsorsium pimpinan Pangeran Mohammed bin Salman itu memiliki kekayaan senilai 320 miliar paun (Rp 6,19 kuadriliun).***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version