PSG dan Janji Palsu

Paris(MedanPunya) Georginio Wijnaldum mengaku tidak bahagia di PSG karena jarang main, padahal dijanjikan bakal jadi starter. Gregory van der Wiel sudah lebih dulu merasakannya.

Georginio Wijnaldum memilih tidak memperpanjang kontraknya di Liverpool dan pindah dengan status bebas transfer ke Paris Saint-Germain (PSG) di musim panas kemarin. Wijnaldum diming-imingi gaji besar dan kesempatan bermain di skuad utama.

Apa daya, di awal musim kompetisi 2021/2022 ini, Wijnaldum tidak melulu jadi pilihan utama oleh pelatih Mauricio Pochettino.

“Saya memang belum sepenuhnya puas (terkait kariernya di PSG). Situasinya tidak sesuai keinginan saya, tapi itulah sepakbola,” ujar Georginio Wijnaldum.

“Saya sebenarnya begitu antusias dengan petualangan baru ini dan kemudian hal ini terjadi. Sangat sulit memang. Anda pasti khawatir ketika Anda tidak bermain. Tapi ini baru awal musim. Apapun bisa terjadi dan saya mencoba tetap positif,” lanjutnya.

Apa yang Wijnaldum rasakan, sudah dirasakan lebih dulu oleh seniornya Gregory van der Wiel di PSG. Van der Wiel mengaku tidak bahagia di PSG karena termakan janji palsu!

“Mereka (pihak PSG bilang), kamu akan jadi pilihan utama dan banyak waktu bermain. Namun, kenyataannya tidak,” kenangnya.

“Saya tidak senang selama berada di sana,” tegasnya.

Gregory van der Wiel dibeli PSG dari Ajax pada tahun 2012. Bek sayap kanan ini, ketika itu memang disebut sebagai pemain muda berpotensi.

Van der Wiel mengaku, awalnya senang mencoba petualangan baru di Prancis. Namun entah mengapa, karena mungkin banyak pemain bintang, dirinya selalu dikorbankan untuk mengisi bangku cadangan.

“Ketika itu, Marquinhos yang aslinya bek tengah malah dimainkan di posisi saya. Padahal saya dalam kondisi baik dan siap bermain,” ungkapnya.

“Ketika mereka menyodorkan perpanjangan kontrak. Jelas, saya tidak mau dan akhirnya bisa pergi,” lanjutnya.

PSG memang banyak memboyong banyak pemain berpotensi, sejak diakuisisi oleh Nasser Al-Khelaifi pada tahun 2011. Penguasaha tajir asal Qatar ini tak segan merogoh kocek dalam-dalam buat mendatangkan pemain berpotensi atau yang sudah berlabel bintang sekalipun.

Sayangnya, tak semua pemainnya itu mendapat waktu bermain yang cukup. Sebut saja dalam beberapa musim terakhir, seperti Mauro Icardi dan Julian Draxler.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version