Zurich(MedanPunya) Republik Irlandia diminta melayangkan mosi ke UEFA usai hasil undian UEFA Nations League menempatkan mereka satu grup dengan Israel.
Situasi ini muncul di tengah sikap tegas Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) yang sebelumnya meminta UEFA menangguhkan Israel dari kompetisi Eropa.
Dalam undian yang digelar pertengahan pekan, Israel tergabung bersama Republik Irlandia, Austria, dan Kosovo di Liga B3 UEFA Nations League.
Namun, keputusan tersebut bersinggungan dengan mosi yang diajukan FAI pada November 2025 terkait konflik di Gaza.
Sebelumnya, FAI mengajukan permintaan resmi kepada UEFA agar menangguhkan Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) dari seluruh kompetisi Eropa.
“Dewan direksi FAI dengan ini diinstruksikan untuk dan harus, tanpa penundaan, mengajukan mosi resmi kepada komite eksekutif UEFA yang meminta penangguhan segera Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) dari kompetisi UEFA karena melanggar dua ketentuan independen dari statuta UEFA,” tulis pernyataan dari FAI.
FAI menilai terdapat pelanggaran statuta, termasuk terkait organisasi klub di wilayah pendudukan dan penerapan kebijakan anti-rasisme.
Meski demikian, peluang pelarangan disebut mengecil setelah adanya konfirmasi rencana perdamaian antara Israel dan Hamas pada Oktober 2025.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, bahkan menyebut pelarangan Israel akan menjadi “kekalahan” dan menilai tim nasional tidak seharusnya dihukum atas tindakan politik.
Setelah hasil undian mempertemukan Republik Irlandia dengan Israel di UEFA Nations League, FAI mengeluarkan pernyataan resmi.
Mereka menegaskan bahwa menolak bertanding dapat berujung pada sanksi disipliner dari UEFA.
“Pada tahun 2025, sebuah mosi diajukan oleh anggota Majelis Umum FAI untuk memberikan suara tentang pengajuan permintaan resmi kepada Komite Eksekutif UEFA untuk penangguhan segera Asosiasi Sepak Bola Israel dari kompetisi UEFA karena pelanggaran statuta UEFA,” dikutip dari BBC Sport.
“Anggota kemudian memberikan suara mendukung untuk mengajukan mosi tersebut kepada UEFA, yang dilakukan oleh Asosiasi pada November 2025.”
“Meskipun telah dilakukan konsultasi dengan pejabat UEFA, Asosiasi menyadari bahwa peraturan UEFA menetapkan bahwa jika sebuah asosiasi menolak untuk memainkan pertandingan, maka pertandingan tersebut akan dinyatakan kalah dan tindakan disiplin lebih lanjut dapat menyusul – termasuk potensi diskualifikasi dari kompetisi,” lanjut laporan tersebut.
Dengan demikian, Republik Irlandia menyadari konsekuensi yang mungkin timbul jika mengambil langkah penolakan bermain.
Pelatih tim nasional Republik Irlandia, Heimir Hallgrimsson, sebelumnya mempertanyakan konsistensi kebijakan internasional, termasuk perbandingan dengan larangan terhadap Rusia pada 2022.
Meski demikian, ia menegaskan kini fokusnya tertuju pada sepak bola.
“Ya, saya sudah mengatakan itu. Saya tetap pada pendirian saya, Tetapi bukan keputusan saya apakah Anda bermain atau tidak melawan mereka atau keputusan apa yang diambil di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Hallgrimsson.
“Saya adalah pelatih kepala. Saya perlu fokus pada sepak bola. Saya berharap ketika kita bermain melawan mereka, para pendukung akan mendukung Irlandia dan mendukung kita untuk bermain bagus ketika kita bermain melawan mereka.”
“Pendapat saya tidak relevan dalam kasus ini. Jadi dalam hal itu, saya adalah pelatih kepala. Saya harus fokus pada sepak bola. Itu pekerjaan saya. Saya akan tetap berpegang pada hal itu,” lanjutnya.***kps/mpc/bs
