cache/resized/675a260966b3e14d2cdd6154895895b3.jpg
New York(MedanPunya) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) merilis laporan pada Senin (17/9) yang ...
cache/resized/5957554de960f1ba66819e189726e610.jpg
Jakarta(MedanPunya) Sejumlah kursi anggota DPR, MPR, dan DPD terlihat kosong dalam Sidang Tahunan ...
cache/resized/47b7f252018245065f5b45e3042ecdda.jpg
Washington(MedanPunya) Ajakan gandengan tangan Presiden AS Donald Trump ditolak Presiden Komisi ...

Bandung(MedanPunya.Com) Indonesia merugi puluhan triliun rupiah per tahun gara-gara masih buruknya sarana jamban dan mandi cuci kakus (MCK). Tidak baiknya sanitasi yang mencemari air minum ini memicu penyebaran penyakit diare dan cacingan.

"Negara ini mengalami kerugian Rp 50 triliun setiap tahun karena sanitasi buruk," ucap Ketua Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Rizal Effendi.

Rizal menyampaikan sambutannya dalam gelar tahunan City Sanitation Summit (CSS) XIV di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Jalan Tamansari, Kamis (18/9). Kegiatan akbar ini dihelat AKKOPSI yang dihadiri wali kota/bupati se-Indoneisa.

Wali kota Balikpapan ini juga mengatakan terbentuknya aliansi untuk pencapaian universal akses berkaitan sanitasi. Tercatat hingga kini, sambung Rizal, ada 348 anggota tergabung AKKOPSI.

Dia menegaskan, semua kepala daerah mesti memiliki komitmen soal pentingnya meningkatkan kemampuan pengelolaan sanitasi. Maka itu, kata Rizal, pemerintah daerah perlu mengucurkan anggaran buat sanitasi.

"Tiap daerah minimal dua persen dari APBD untuk alokasi sanitasi," ucap Rizal.***dtc/mpc/bs

  • 0 comment
  • Read 1606 times