cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Bandung(MedanPunya.Com) Indonesia merugi puluhan triliun rupiah per tahun gara-gara masih buruknya sarana jamban dan mandi cuci kakus (MCK). Tidak baiknya sanitasi yang mencemari air minum ini memicu penyebaran penyakit diare dan cacingan.

"Negara ini mengalami kerugian Rp 50 triliun setiap tahun karena sanitasi buruk," ucap Ketua Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) Rizal Effendi.

Rizal menyampaikan sambutannya dalam gelar tahunan City Sanitation Summit (CSS) XIV di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Jalan Tamansari, Kamis (18/9). Kegiatan akbar ini dihelat AKKOPSI yang dihadiri wali kota/bupati se-Indoneisa.

Wali kota Balikpapan ini juga mengatakan terbentuknya aliansi untuk pencapaian universal akses berkaitan sanitasi. Tercatat hingga kini, sambung Rizal, ada 348 anggota tergabung AKKOPSI.

Dia menegaskan, semua kepala daerah mesti memiliki komitmen soal pentingnya meningkatkan kemampuan pengelolaan sanitasi. Maka itu, kata Rizal, pemerintah daerah perlu mengucurkan anggaran buat sanitasi.

"Tiap daerah minimal dua persen dari APBD untuk alokasi sanitasi," ucap Rizal.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 2004 kali