cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Jakarta(MedanPunya) Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menganggap pemilihan kepala daerah (Pilkada) saat ini seperti peternakan koruptor. Melalui Pilkada tersebut, praktik korupsi seperti dibudidayakan.

"Pemilihan kepala daerah itu seperti peternakan koruptor saja kan. Kira-kira ini malah koruptor baru mau lahir, seperti dibudidayakan korupsi itu," kata Mahfud dalam pidatonya di Kantor PARA Syndicate, Jakarta, Kamis (19/4).

Mahfud juga menganggap Pemilu saat ini belum mampu melahirkan pemimpin yang tegas menegakkan keadilan. Menurut Mahfud, hal itu bukan seutuhnya salah pemimpin yang terpilih.

Namun, termasuk salah masyarakat yang belum mampu menghadirkan pemimpin yang seperti ia maksud.

"Belum mampu kita, bukan salahnya pemimpinnya loh, kita yang belum mampu," ujar Pakar Hukum Tata Negara tersebut.

Pemilu yang dimaksud Mahfuf tak hanya pemilihan presiden saja. Namun, juga pemilu legislatif dan Pilkada.

"Kalau bicara pemimpin jangan hanya presiden, itu DPR juga pemimpin, gubernur, bupati, wali kota (juga) pemimpin. Kita belum bisa (melahirkan)," kata Mahfud.

Rentetan penangkapan kepala daerah jelang Pilkada kemudian memunculkan wacana Pilkada dikembalikan melalui DPRD.

Salah satu alasannya, mahalnya ongkos politik menghadapi Pilkada. Namun, berbagai pihak menolak wacana tersebut.***kps/mpc/bs


  • 0 komentar
  • Baca 282 kali