cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...
cache/resized/d62aab24d5771b45119d776c93896d07.jpg
New York(MedanPunya) Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, dipenuhi gelak tawa ketika ...

Jakarta(MedanPunya) PDIP tak mempersoalkan bersiap majunya Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sebagai capres pada Pilpres 2019. Sebab, menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, menjadi presiden merupakan keinginan Amien Rais sejak dulu.

"Ya sejak dulu kan Pak Amien pengen jadi presiden," kata Hasto, Selasa (12/6).

Hasto mengatakan siapa pun berhak maju sebagai capres. Asalkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan mendapat dukungan partai politik atau gabungan parpol yang mendapat dukungan kursi minimal 20 persen.

"Selama syarat-syarat itu memenuhi silakan. Setiap warga negara memiliki hak memilih dan dipilih, tetapi rakyat yang jadi hakim terbaik," ujarnya.

"Dan rakyat yang akan menilai mana pemimpin yg betul-betul ingin membangun bangsa dan negara dan mana yang hanya digerakkan karena ambisi kekuasaan," lanjut Hasto.

Hasto juga tak mempersoalkan Amien Rais yang terus-menerus mengkritik, bahkan menantang pemerintahan Jokowi. Menurut Hasto, hal itu merupakan salah satu upaya Amien Rais untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat.

"Kita ini kan berkebudayaan Timur, apalagi sedang puasa, rakyat akan melihat pemimpin-pemimpin mana yang baik yang menyatukan pemimpin yang tersenyum ketika dikritik, dihujat, atau pemimpin yang memecah belah. Buktinya, elektabilitas Pak Jokowi tertinggi (meski dikritik dan dihujat)," tuturnya.

Hasto juga tak mempermasalahkan jika nantinya ada partai dalam koalisinya yang berubah arah ingin mengusung Amien Rais. Menurutnya, setiap partai memiliki kedaulatan masing-masing untuk mengusung siapa capresnya.

"Ketika sebuah partai menentukan mendukung Pak Jokowi, tentu harus disertai dua kajian, suasana kebatinan yang baik, bahwa Pak Jokowi mendapat dukungan kuat dari rakyat. Ketika partai berpindah-pindah menjadi bunglon, rakyat akan tahu mana partai konsisten mana yang hanya kejar kekuasaan," kata Hasto.

Hasto juga mengatakan kembali majunya Amien Rais sebagai capres bukanlah ancaman bagi Jokowi. Sebab, pada Pilpres 2004 pun Amien Rais gagal terpilih sebagai presiden.

"Di masa lalu Pak Amien juga pernah maju," katanya.

Sebagaimana diketahui, PAN menjaring 4 nama untuk maju sebagai capres 2019. Nama Amien Rais muncul setelah Mahathir Mohamad terpilih sebagai PM Malaysia saat berusia 92 tahun.

Malamnya, Pak Amien berpidato di rumah Pak Zulkifli. Di situ disebutkan PAN mengajukan 4 nama. Ada Pak Zulkifli, Pak Soetrisno Bachir, Pak Hatta Rajasa, dan Pak Amien sendiri," tutur Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Minggu (10/6).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1152 kali