Minggu, 22 Juli 2018

Ketum Muhammadiah: Jangan Jadikan Masjid Pusat Politik Praktis

Kamis, 05 Juli 2018 14:33
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Jakarta(MedanPunya) Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berharap pelaksanaan Pilpres 2019 berjalan dengan damai. Dia mengingatkan agar jangan ada pihak-pihak yang menjadikan masjid pusat politik praktis.

"Kalau soal Pilpres ini kan kegiatan politik, harapan kita damai, memilih cerdas, sistemnya makin baik dan tentu kita harapkan bahwa Indonesia makin maju. Itu saja," kata Haedar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (5/7).

Haedar berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilpres 2019 makin besar. Dia juga ingin masyarakat cerdas memilih pemimpin.

Lebih dari itu, lanjut Haedar, dirinya berharap Pilpres 2019 berjalan aman dan damai. Dirinya juga mengingatkan agar masjid jangan dijadikan pusat politik praktis. Masjid adalah tempat beribadah, harus bersih dari politisasi.

"Muhammadiyah paling depan sejak dulu mengajak masyarakat termasuk warga Muhammadiyah tidak jadikan masjid sebagai pusat politik praktis dan politisasi," tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Komjen Pol Syafruddin, juga menyatakan hal senada.

"Sama dengan Muhammadiyah, karena kita mau melarang-larang tidak boleh ini, tidak boleh itu, kita tidak punya kewenangan, tidak punya otoritas untuk melarang-larang. Kembali kepada kita semuanya. Masjid ini kita mau jadikan apa? Yang jelas ini tempat suci, rumah Allah, tempat beribadah untuk berhubungan dengan Allah, di samping ada aktivitas-aktivitas yang bisa dilakukan di sana tapi tujuannya tetap adalah tempat beribadah, masjid milik bersama," ujar Syafruddin.***dtc/mpc/bs

Dibaca 737 Kali