cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Jakarta(MedanPunya) Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional ( PAN) Eddy Soeparno mengatakan, partainya masih terus berproses dalam memutuskan arah koalisi terkait Pilpres 2019.

“Pokoknya dalam situasi terkait apapun pertama kita masih berproses (arah koalisi Pilpres 2019) hasil belum bisa kita sampaikan ke publik ,” ujar Eddy, Selasa (7/8).

Menurut Eddy, nantinya keputusan partai akan ditetapkan pada Rapat Kerja Nasional PAN. Diketahui semula Rakernas dijadwalkan digelar pada 6-7 Agustus 2018 itu ditunda sampai menunggu jadwal selanjutnya.

Saat ditanya mengenai kapan diselenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN untuk menentukan sikap dalam Pilpres 2019, Eddy menjawab akan dilakukan secepatnya.

“Segeralah dalam satu dua hari ini,” kata Eddy.

Di sisi lain, saat ditanya bila arah dukungan PAN dalam Pilpres 2018 mengusung koalisi Prabowo Subianto bagaimana posisi PAN di kabinet kerja Jokowi, Eddy enggan memberikan komentar dan menyerahkan kepada Presiden.

Sebagai informasi dalam Pilpres 2014 lalu, PAN bersama Gerindra, Golkar, dan PKS membentuk Koalisi Merah Putih (KMP) mengusung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Namun, pasangan tersebut kalah dari Jokowi-Jusuf Kalla yang meraih perolehan suara 70.997.883 atau 53,14 persen dari total suara sah nasional.

PAN dan Golkar pada akhirnya memutuskan mendukung pemerintahan Jokowi-JK sampai tahun 2019 dan bergabung bersama koalisi partai pendukung pemerintah lainnya, yakni Hanura, PDIP, PPP, Nasdem, dan PKB.

Pada reshuffle Kabinet Kerja jilid II, yang dilakukan oleh Jokowi pada 2016 lalu, PAN mendapatkan jatah menteri pada Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Posisi tersebut diisi oleh Asman Abnur yang menggantikan Yuddy Chrisnandi dari partai Hanura.

“Kalaupun kita sudah memutuskan apapun dampak keputusan itu misalnya kader-kader yang saat ini sedang membantu presiden di kabinet ya tentu itu bentuk kedaulatan presiden kami serahkan sepenuhnya kepada presiden,” kata Eddy.

“Kami pun akan menghormati apapun keputusan presiden,” Eddy menambahkan.***kps/mpc/bs


  • 0 komentar
  • Baca 400 kali