cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Bogor(MedanPunya) Presiden Jokowi menghadiri Pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Bogor. Jokowi mengingatkan kepada kader ulama agar terus menyebarkan kebaikan lewat dakwah, bukan justru saling curiga dan menjelekkan.

"Jangan gampang kita ini, jangan gampang curiga, berprasangka tidak baik, berprasangka buruk, apalagi sampai ke fitnah. Sangat berbahaya bagi bangsa sebesar Indonesia. Saya titip pada kader-kader ulama, yang dikembangkan adalah husnul tafahum (berpemahaman baik), bagaimana berprasangka baik, berpikir penuh kecintaan. Ini yang harus dikembangkan, jangan sampai saling mencela, sampai memfitnah, jangan sampai menjelekkan," kata Jokowi di Gedung Tegar Beriman Pemerintah Kabupaten Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8).

Jokowi mengaku sedih jika melihat media sosial yang isinya banyak mengenai kabar bohong dan ujaran kebencian. Hal itu harus dihentikan.

"Sedih saya baca di medsos. Sedih. Banyak kabar bohong, banyak ujaran kebencian. Ini yang saya kira jadi tugas harus disiarkan terus," katanya.

Jokowi mengatakan, salah satu kabar bohong yakni dirinya yang dituding sebagai anggota PKI. Jokowi membantah tegas hal itu.

"Ada namanya Ketua PKI Aidit tahun '55 pidato, saya ada di dekatnya. Saya lahir tahu 1961. Pidatonya 1955. Gambar-gambar seperti ini banyak sekali di medsos dan ada yang percaya," katanya.

Jokowi menambahkan, dirinya setiap minggu selalu menyambangi pondok pesantren menyampaikan mengenai kebangsaan. Bahkan, saat berkunjung ke pondok pesantren, dirinya pernah ditanyai langsung soal isu PKI itu.

"Saya sampaikan pada Pak Kiai, saya lahir itu tahun 1961. PKI dibubarkan tahun 1965. Apa ada PKI balita? Pak Kiai langsung kaget, "betul Pak Jokowi ya". Seperti inilah yang terjadi di masyarakat kita. Saling lempar isu yang jelek, saling fitnah. Ini yang harus dihentikan. Ini menjadi tugas nanti kader-kader ulama untuk menyampaikan jangan sampai kita itu berburuk sangka. Apalagi Menyebarkan fitnah. Jangan gampang sekali," katanya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 376 kali