cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Badung(MedanPunya) Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menekankan pentingnya mitigasi bencana di Indonesia. JK bergurau, Indonesia merupakan supermarket bencana karena sering terjadi aneka bencana alam. Dengan situasi seperti itu, kekuatan mitigasi bencana dalam negeri harus ditingkatkan.

Gurauan JK itu berawal ketika dia mendengar banyaknya peserta pertemuan IMF-World Bank yang khawatir atas bencana yang terjadi di Indonesia salah satunya di Sulteng. Meski khawatir, para peserta tersebut tetap datang ke Bali.

"Karena mula-mulanya banyak (peserta IMF-World Bank) yang mengkhawatirkan dengan bencana di Lombok, di Palu, Sulawesi Tengah. Memang Indonesia juga di samping banyak supermarket, Carrefour dan sebagainya, atau Transmart dan sebagainya, juga ada supermarket bencana," canda JK dalam sambutannya di Grand Launching CNBC Indonesia, di Trans Resort Bali Hotel, Rabu (10/10).

JK menyebut semua macam bencana ada di Indonesia. Untuk itu negara harus punya kekuatan mengatasinya.

"Semua macam bencana ada di sini, ada gempa bumi, ada tsunami, ada gunung meledak, ada banjir, ada tanah longsor dan sebagainya, jadi supermarket bencana juga yang harus diatasi oleh kekuatan dalam negeri," kata JK.

Menurut JK, selama ini bencana yang terjadi diatasi menggunakan anggaran dari APBN. Ke depan, masyarakat Indonesia harus berusaha bagaimana hidup dalam bencana. Masyarakat harus dididik dengan pengetahuan bencana alam, pengalaman, kesadaran mitigasi bencana yang tinggi.

"Kalau lama-lama menjadi kebiasaan (mitigasi bencana) tentu harus diatasi dengan suatu sistem," tuturnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 39 kali