cache/resized/b46cee9fe2241df9f4fc9f8325866285.jpg
Washington(MedanPunya) Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, ...
cache/resized/463ce84142a875d95831164ce57c0a99.jpg
Washington(MedanPunya) Dalam pidato kenegaraan atau State of Union, Presiden Amerika Serikat Donald ...
cache/resized/5d06ffba665f06f992039bd0f2e37cd1.jpg
Lubukpakam(MedanPunya) Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke ...

Jakarta(MedanPunya) PKS memandang maju-mundurnya kenaikan BBM jenis Premium membuat masyarakat seperti diteror. Bagi Partai Golkar, pernyataan PKS tidak tepat.

"Tidak ada tuh masyarakat yang merasa terteror dengan itu. Justru dengan tidak jadinya kenaikan harga BBM, masyarakat menjadi semakin tenang dan jelas," ucap Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily, Kamis (11/10).

Adalah Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin yang menyebut maju-mundur kenaikan harga Premium seperti meneror masyarakat dengan bayang-bayang kehidupan yang semakin berat. Bagi Ace, pernyataan Suhud-lah yang meresahkan rakyat.

"Dengan membuat pernyataan seperti itu justru ingin membuat masyarakat jadi resah. Mari kita sama-sama berusaha agar situasi ekonomi ini tetap kondusif," tutur salah satu juru bicara capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin itu.

Maju-mundur rencana kenaikan BBM itu diawali dengan informasi bahwa BBM akan naik, diperoleh sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu (10//10) kemarin. Pukul 17.00 WIB, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan kenaikan harga BBM batal dieksekusi kemarin.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 73 kali