cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Jakarta(MedanPunya) Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta TNI-Polri mengerahkan pasukan elite untuk menangkap kelompok bersenjata di Papua yang membantai sejumlah pekerja di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. "Saya pimpinan DPR RI mengutuk keras tindak kekerasan serta kekejaman kelompok bersenjata di Papua. Kami mendorong Panglima TNI serta Kapolri mengirimkan pasukan elite ke sana," ujar Bambang, Rabu (5/12).

"Kami mendesak dan mendorong pasukan yang ada untuk memburu pelaku dan menyeretnya ke pengadilan," lanjut dia.

Bambang mengatakan, TNI-Polri tidak boleh tanggung-tanggung dalam menumpas kelompok bersenjata yang mengganggu stabilitas negara. Bahkan, apabila mesti menggunakan cara-cara represif.

"Apapun yang bisa dilakukan untuk menuntaskan mereka, DPR pasti setuju. Yang dipentingkan itu menyelamatkan bangsa, menyelamatkan rakyat. Jangan sampai korban jatuh lagi. Berapapun ongkosnya," ujar Bambang.

Bambang sekaligus mengapresiasi pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang tak kendur sedikit pun dalam urusan pembangunan Papua setelah peristiwa ini. Menurut Bambang, keputusan itu akan menuai dukungan.

Sebelumnya, sekelompok orang bersenjata membantai para pekerja proyek PT Istaka Karya yang terjadi di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Diduga, sebanyak 31 orang tewas.

Saat itu, para pekerja sedang melakukan pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Kabupaten Nduga.

Informasi yang diterima dari berbagai sumber, para pekerja pembangunan jembatan itu diduga dibunuh lantaran mengambil foto pada saat perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) oleh KKB tak jauh dari lokasi kejadian.

Saat salah satu pekerja mengambil foto, hal itu kemudian diketahui oleh kelompok KKB. Hal itu membuat mereka marah dan mencari orang yang mengambil foto hingga berimbas kepada pekerja lainnya yang ada di kamp pembangunan jembatan.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 16 kali