cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...

Jakarta(MedanPunya) Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sempat menyinggung soal penutupan alias shutdown pemerintah Amerika Serikat (AS) karena Presiden Donald Trump yang belum menemui kesepakatan dengan parlemennya.

Dia pun berandai-andai jika hal tersebut terjadi di Indonesia. Menurut dia, jika pemerintahan Indonesia tutup seperti yang terjadi di AS, maka akan demo yang besar dari masyarakat kepada pemerintah.

"Kalau kita begitu, saya kira Indonesia habis didemo," kata JK saat membuka sekaligus membuka acara Outlook Perekonomian Indonesia di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (8/1).

Shutdown yang terjadi di AS, kata JK memang sudah sesuai dengan sistem pemerintahannya. Indonesia, kata JK, tidak akan bisa sama seperti AS karena sistem pemerintahannya yang berbeda.

"Tapi mereka sistemnya berbeda dengan kita," ujar dia.

Penutupan pemerintahan AS ini memberikan dampak negatif kepada negara-negara berkembang seperti Indonesia. Selain itu, ada juga persoalan Brexit dan gejolak di Timur Tengah.

Menurut JK, negara-negara di Asia termasuk Indonesia menjadi ladang investasi yang nyaman buat para investor di tengah gejolak lingkungan dunia.

"Kita menyadari bahwa sekarang dunia penuh ketidakpastian, yang relatif aman itu Asia Tenggara, kita punya kesempatan," ungkap dia.

Dapat diketahui, Pemerintahan Amerika Serikat (AS) tutup karena Presiden Donald Trump masih berpegang teguh pada permintaannya mengenai pendanaan dinding perbatasan di Meksiko.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 96 kali