cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Jakarta(MedanPunya) Eks anak buah Kapolres Garut, AKBP Budi AKBP Budi Satria Wiguna, AKP Sulman Aziz mengaku disuruh memenangkan capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Polri melakukan investigasi menyeluruh.

"Saya rasa ini harus ada investigasi total di kepolisian," kata juru bicara BPN, Andre Rosiade, kepada wartawan, Senin (1/4).

Andre mengatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus turun tangan menyikapi pengakuan AKP Sulman yang merupakan eks Kapolsek Pasirwangi Garut. Andre menyebut sudah sepantasnya kepolisian netral dalam Pemilu 2019.

"Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus mengklarifikasi dan menyampaikan hasil investigasi secara terbuka ke publik. Institusi Polri haruslah netral. Polri adalah polisi yang dicintai rakyat," ucap Andre.

"Untuk itu Polri harus netral dan tidak boleh berpihak. Jangan sampai indikasi ketidaknetralan ini merusak kepercayaan rakyat terhadap Polri. Jangan sampai pemilu kita ini hasilnya tidak dapat dipercaya. Kami rakyat Indonesia ingin percaya Polri adalah Institusi yang netral. Untuk itu kami menunggu klarifikasi resmi dari Kapolri," sebut Andre.

Sebelumnya diberitakan, mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz menuding Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna yang memerintahkan dirinya dan kapolsek di Garut untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

Namun Budi Satria, menyangkal kesaksian Sulman. Dia bersumpah tidak pernah memerintahkan Sulman untuk menggalang dukungan kepada Jokowi.

"Wah Demi Allah, sumpah saya nggak bisa berdiri kalau saya ngomong gitu," tutur Budi.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 105 kali