cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Jakarta(MedanPunya) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menepis anggapan bahwa pihaknya tidak siap kalah di Pilpres 2019. BPN mengatakan demonstrasi adalah upaya untuk menyampaikan pendapat sesuai dengan konstitusi.

"Jadi demonstrasi itu hal yang berbeda, bukan berarti takut kalah. Temen-temen itu melihat kecurangan yang TSMB, mereka menyampaikan pendapat," ujar juru bicara BPN Andre Rosiade kepada wartawan, Kamis (9/5).

Andre mengatakan demonstrasi Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan & Kebenaran (GERAK), yang diinisiasi Kivlan Zen, yang menuntut agar Jokowi-Ma'ruf didiskualifikasi dari Pilpres 2019 sudah sesuai dengan mekanisme yang ada. Aksi itu, kata dia, dilakukan tak lebih karena mereka melihat adanya kecurangan yang terstruktur, sistematik, masif, dan brutal (TSMB).

"Jadi tidak ada masalah kalau Bang Kivlan dan pendukung 02 yang lain berdemonstrasi ke KPU dan Bawaslu. Mereka menyampaikan adanya kecurangan, sehingga pasangan 01 didiskualifikasi. Kan begitu mekanismenya. Jadi pendukung 02 yang dituduhkan akan melakukan people power kan nggak benar, karena mereka melakukan sesuai konstitusional," tuturnya.

Politikus Gerindra itu pun heran dengan sikap TKN Jokowi-Ma'ruf dan pemerintah yang seolah ketakutan terhadap aksi yang dilakukan pendukung Prabowo-Sandiaga. Andre menyebut TKN dan pendukung Jokowi-Ma'ruf bersikap paranoid.

"Kenapa pemerintah dan pendukung Pak Jokowi takut ada demonstrasi. Kalau Anda nggak curang, kenapa takut. Kenapa takut didiskualifikasi. Saya kira mental dan sikap paranoid pendukung rezim ini yang berlebihan, sehingga parno begitu ada yang demonstrasi. Demo itu hal yang diperbolehkan, wajar, tidak diharamkan. Demo itu kebebasan berpendapat," kata Andre.

"Jadi, ini bukan soal takut kalah, tapi pihak sebelah yang paranoid," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, GERAK, yang diinisiasi Kivlan Zen, menuntut agar Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin didiskualifikasi dari Pilpres 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyebut pendukung Prabowo tidak siap kalah.

"Mentalitas Kivlan Zen dan para pendukung 02 lainnya memang tidak siap kalah sehingga segala macam cara dilakukan, termasuk demonstrasi ke KPU dan Bawaslu agar Pak Jokowi didiskualifikasi," ujar jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Rabu (8/5).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 216 kali