cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Jakarta(MedanPunya) Mahkamah Konstitusi (MK) tidak mewajibkan pasangan capres-cawapres untuk hadir dalam sidang sengketa pilpres. Namun, jika capres-cawapres hadir, bisa jadi momentum yang baik.

"Kalau harus sih tidak ya, karena sudah menunjuk kuasa hukum. Tetapi kalau hadir, ya alhamdulillah, kan begitu. Bisa jadi ini momentum yang baik untuk mempertemukan kedua capres di Mahkamah Konstitusi," kata juru bicara MK, Fajar Laksono di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (13/6).

Menurut Fajar, kehadiran pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mempengaruhi perdebatan dalam sidang. Mereka dinilai dapat menyejukkan suasana jika bertemu di MK.

"Artinya sebelum perdebatan atau dinamika persidangan nanti kita lihat bisa jadi principal, dalam hal ini kedua pasangan calon presiden itu bisa bertemu dan mudah-mudahan itu menyejukkan kita semua," ujarnya.

Sidang perdana sengketa Pilpres 2019 akan dilakukan MK pada Jumat (14/6). Sidang tersebut mengagendakan pemeriksaan permohonan dan alat bukti pihak pemohon yakni pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Pemohon akan menyampaikan pokok-pokok permohonannya dan pasti akan disinggung soal alat bukti dan mungkin juga akan ada pengesahan alat bukti pada sidang pertama besok," ucap Fajar.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 24 kali