cache/resized/03ae02c03a497507a5cc772e7d2ad074.jpg
Jakarta(MedanPunya) Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Ia ...
cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...

Jakarta(MedanPunya) Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud Md bicara tentang kemungkinan Indonesia bubar. Dia menyebut walau kisah tentang Indonesia bubar pada 2030 adalah cerita fiktif, namun hal itu bisa terjadi jika hukum dan keadilan tidak ditegakkan.

Mahfud mengawali penjelasannya dengan bicara tentang makna kemerdekaan. Menurut Mahfud, dengan kemerdekaan, Indonesia bisa mewujudkan tujuan nasionalnya sebagai sebuah negara.

"Kemerdekaan ini harus dipertahankan untuk menuju tujuan nasional, cita-cita bangsa. Cita-cita kita itu membangun masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Setiap orang berpidato 'para pemimpin kita dulu kita bangun masyarakat adil dan makmur dasarnya Pancasila'," ucap Mahfud di Auditorium Jos Soedarso Seskoal, Bumi Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (14/8).

Hal itu disampaikan Mahfud ketika menjadi pembicara di Pembekalan Program Kegiatan Bersama Kejuangan kepada Perwira Siswa Sesko TNI, Sespimti Polri, Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri tahun 2019. Mahfud mengatakan tujuan nasional itu bisa dilaksanakan dengan wawasan nusantara atau yang dia sebut sebagai geopolitik.

"Apa geopilitik? Itu adalah satu sistem dan aturan-aturan yang berlaku dalam kelompok masyarakat yang hidup dalam satu gugusan belahan bumi yang sama yang terdiri dari berbagai suku, agama, rasa, budaya yang bersatu karena nasib yang sama untuk mencapai tujuan yang sama. Secara geografis, geopolitik kita itu dari Sabang sampai Merauke, 17.504 pulau, dengan 1.360 suku berdasar catatan Kemendagri dan 726 bahasa daerah bersatu untuk tujuan yang sama," ujarnya.

Dia pun mengatakan harusnya tak ada diskriminasi yang terjadi di Indonesia karena perbedaan yang ada seperti perbedaan agama. Mahfud menyatakan konstitusi melindungi setiap pemeluk agama di Indonesia.

Dia kemudian bicara soal tantangan yang terjadi dalam menuju Indonesia emas seperti radikalisme. Oleh sebab itu, dia berharap TNI-Polri bisa mempertahankan NKRI secara sinergis dalam konsep Sishankamrata (Sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta).

"Kita itu ada di dalam konsepsi sishankamrata. Bahwa seluruh daya alam, seluruh SDM, digunakan sebesar-besarnya untuk mempertahankan secara sinergis Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan geopolitik itu tadi. Oleh karena itu kita semua bagian dari Sishankamrata. Komponen utamanya TNI-Polri kemudian komponen pendukungnya ormas-ormas, siskamling, Pramuka dan lainnya semua itu bersatu dalam konsepsi Sishankamrata. Sehingga harus disinergikan dalam sebuah konsep untuk mencapai tujuan negara," jelas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Mahfud kemudian mengatakan dengan Sishankamrata semua pihak akan berperan agar Indonesia emas tercapai. Dia menyebut Indonesia diprediksi bisa masuk kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia pada 2045.

"Indonesia emas itu kekuatan ekonomi masuk ketiga dunia, itu sudah dihitung, Indonesia kuat tahun 2045. Tahun 2030 Indonesia masuk urutan 6, itu ilmiah," ujarnya.

Namun, tetap ada pihak yang pesimis kalau Indonesia bisa bubar pada 2030. Meski pandangan itu fiktif, kata Mahfud, Indonesia bisa saja bubar jika hukum dan keadilan tidak ditegakkan.

"Tetapi ada yang pesimis, Indonesia tahun 2030 bubar. Pandangan ini walaupun fiktif harus diperhatikan. Indonesia bisa saja bubar kalau penegakan hukum dibiarkan, semua mau sendiri-sendiri nggak akan sampai Indonesia emas, kalau hukum dan keadilan tidak ditegakkan," ujar Mahfud.

Dia mengatakan jika hukum tidak ditegakkan maka akan terjadi disorientasi dalam pemerintah hingga menyebabkan korupsi. Akibatnya, masyarakat menjadi tidak percaya pada pemerintah hingga muncul pembangkangan bahkan sampai disintegrasi.

"Orientasinya ketamakan, korupsi, jika tidak diatasi akan menimbulkan distrust, ketidakpercayaan rakyat. Disobedience atau pembangkangan, hakim dibantai, nggak percaya lagi kepada aparat keamanan dan pertahanan. Berikutnya adalah disintegrasi. Kalau itu diabaikan menjadi salah satu upaya yang menggagalkan Indonesia menjadi Indonesia emas 2045," pungkasnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 113 kali