cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Jakarta(MedanPunya) Penyidik KPK Novel Baswedan dipolisikan politikus PDIP Dewi Tanjung atas tuduhan penyebaran berita bohong penyiraman air keras. Istana tetap menjamin pengusutan kasus Novel tetap berlanjut.

"Kalau komitmen pemerintah kan jelas, kalau tindakan yang melanggar hukum pasti akan mendapat sanksinya. Karena kami tegas, segala yang hukum positif akan kita tegakkan setegak-tegakkan," ujar Stafsus Presiden Fadjroel Rachman, Kamis (7/11).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya juga memberi tenggat waktu hingga Desember 2019 kepada Polri untuk menuntaskan kasus Novel. Adapun Novel disiram air keras pada 11 April 2017 seusai salat subuh berjamaah.

"Terhadap kasus apa pun kan pemerintah ingin tegas, bahwa ini negara hukum, semua hukum positif harus ditegakkan. Dan pemerintah, tanpa kecuali, harus menegakkannya," ujar Fadjroel.

Sebelumnya, Dewi Tanjung mengatakan dia merasa janggal atas kebutaan yang dialami oleh Novel akibat insiden penyiraman air keras. Karena itu, Dewi melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya.

Menanggapi hal tersebut, Novel mengaku heran. Novel menduga Dewi Tanjung mengetahui penyiraman air keras yang dialami Novel benar terjadi. Novel menyebut ada kemungkinan Dewi Tanjung mempunyai maksud lain terkait pelaporan itu.

"Saya sih yakin kalau yang bersangkutan tahu kalau itu benar terjadi. Bisa jadi yang bersangkutan mau 'ngerjain' polisi," tutur Novel, Kamis (7/11).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 31 kali