cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Jakarta(MedanPunya) Realisasi belanja negara hingga akhir November 2019 tercatat Rp 1.293,2 triliun atau 79,1% dari APBN 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi tersebut masih lebih rendah dibandingkan capaian November 2018.

"Belanja November lebih rendah dibanding tahun 2018," katanya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (19/12).

Dari pos belanja Kementerian/Lembaga (K/L), bantuan sosial mencatatkan realisasi tertinggi sebesar 108,9% terhadap pagu. Kemudian disusul belanja pegawai sebesar 99,7%, belanja barang 78%, dan paling rendah belanja modal baru sebesar 63%.

Adapun penyebab kenaikan pertumbuhan belanja pegawai karena ada kenaikan dari tunjangan kinerja atau tukin.

"Untuk kenaikan gaji pokok 5% dan tukin hal ini sangat menentukan realisasi belanja pegawai di K/L," katanya.

"Belanja modal kontraksi 6,8% ini karena targetnya lebih rendah dari tahun lalu, realisasi Rp 119,5 triliun. Bansos masih sangat baik 44,1% tumbuhnya. realisasi Rp 105,7 triliun," sambungnya.

Dari belanja non K/L, subsidi non energi sampai November terealisasi 84,1% atau Rp 54,1 triliun. Ini tumbuh 3,5% dari tahun lalu.

"Termasuk melunasi kurang bayar subsidi pupuk Rp 9,8 triliun," katanya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 55 kali